820 Polisi Siap Jaga 1600 TPS di Padang

Photo: harianhaluan

 

PADANG — Sebanyak 820 polisi ditugaskan untuk mengamankan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Padang yang digelar Rabu (27/6).

Dua pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Padang akan bersaing memperebutkan suara rakyat pada pesta demokrasi itu.

Kepala Polresta Padang, AKBP Yulmar Try Himawan saat memimpin apel mengatakan,  700 personil dari Polresta Padang dan polsek jajaran, dikerahkan ke lapangan untuk amankan pendistribusian. Tak hanya itu, sebanyak 60 personil dari Brimob dan 60 personil dari Polda Sumbar ikut mengamankan Mapolresta saat itu.

“Personil Brimob dan Polda Sumbar itu dikerahkan untuk mengantisipasi jika suatu waktu, terjadi hal-hal yang tak diinginkan di Markas Polresta selama rangkaian Pilkada Kota Padang berlangsung,” kata Yulmar.

Terkait 700 personil Polresta Padang yang dikerahkan untuk mengamankan rangkaian Pilkada Kota Padang, Yulmar menyebut, bahwa seluruh personil tersebut akan bertugas untuk mengamankan pendistribusian surat suara dari KPU Kota Padang hingga ke Tempat Pengutuan Suara (TPS).

Ratusan personil tersebut nantinya juga dilibatkan untuk mengawal jalannya pemugutan suara hingga penghitungan surat suara, sampai pengawalan terhadap surat suara dari TPS hingga dikembalian ke KPU.

“Ada 1600 TPS di Kota Padang yang akan diamankan. Untuk teknis pengamanannya, yaitu dua personil untuk mengamankan lima TPS. Artinya, dua personil tersebut akan melakukan mobile untuk memantau agar TPS tersebut aman,” ujarnya.

Selain itu, Kapolresta Padang mengimbau kepada seluruh masyarakat yang hak pilih untuk menggunakan hak suaranya pada pesta demokrasi Kota Padang dengan betul-betul memilih pemimpin untuk lima tahun ke depan.

“Mari gunakan kesempatan ini untuk Kota Padang lebih baik, dan saya harap masyarakat, khususnya yang punya hak pilih, hindari segala macam interfensi dari pihak manapun, sehingga terwujud Pilkada Badunsanak di Kota Padang,” ujarnya.

Pantauan Haluan terkait Pilkada, seluruh personel yang terlibat, terlihat menggunakan rompi kusus polisi yang berwarna hijau terang. Disisi lain, masyarakat yang Haluan wawancarai menyebut antusias menyambut pesta demokrasi itu. Terutama masyarakat asli  penduduk Padang yang berpendapat seperti itu. Namun masyarakat yang berstatus warga di luar Padang berpendapat lain.

“Bagi saya Pilkada Kota Padang tak ada istimewanya. Saya memang bekerja di Padang tapi KTP saya Pariaman. Berlangsung atau tidaknya Pilkada tak menjadi pikiran bagi saya, namun kondusifnya Pesta Demokrasi ini tentu menjadi harapan seluruh masyarakat,” jelas Silvi Safitri (28) yang bekerja sebagai petugas Tran Padang.

Source :

harianhaluan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


1 + 5 =