Akibat longsor, kendaraan menumpuk di perbatasan Riau-Sumatera Barat

 

Jalan raya lintas yang menghubungkan antara Provinsi Riau dengan Sumatera Barat terputus akibat bencana longsor. Itu disebabkan hujan deras selama beberapa hari di lokasi tepatnya di Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau.

Kapolres Kampar AKBP Deni Okvianto mengatakan, kondisi jalan nyaris lumpuh lantaran sebagian badan jalan tertutup material longsor yang terdiri dari batu-batuan.

“Akibatnya, terjadi penumpukan kendaraan dari dua arah yang berlawanan. Sebagian besar jalannya tertutup bebatuan cadas dan tanah dari tebing,” ujar Deni kepada merdeka.com, Kamis (19/4).

Longsor terjadi di Kilometer 77/78 atau sekitar dua kilometer sebelum menuju Rantai Berangin, Sumatera Barat tersebut terjadi pada Kamis (19/4) subuh sekitar pukul 05.00 WIB. Untuk itu, polisi berkoordinasi dengan pemerintah setempat dalam upaya pembersihan dengan menggunakan alat berat.

“Petugas lalu lintas melakukan pengalihan arus untuk mengurai kemacetan dan penumpukan kendaraan,” kata Deni.

Pengalihan arus lalu lintas dilakukan dari arah Sumatera Barat menuju Riau melalui Simpang Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar menuju Simpang Pulau Gadang Desa Silam Kecamatan Kuok. Sedangkan dari arah Pekanbaru menuju Sumatera Barat dialihkan melalui Desa Simpang Pulau Gandang Kecamatan Kuok menuju Simpang Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar.

Sementara itu, Budi salah seorang warga yang melintas menyebutkan, di lokasi kerap terjadi pencarian batu cadas pada tebing yang dipecahkan secara ilegal. Penambangan ilegal itu sudah lama terjadi sehingga sering mengakibatkan longsor.

“Harusnya pemerintah menertibkan orang-orang yang sering memecahkan bebatuan cadas yang besar di atas tebing. Karena itu juga salah satu penyebab longsor,” kata Budi.

Source :

merdeka

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


1 + four =