Antisipasi Bencana Laut di Sumbar, Lantamal II Siagakan Dua KRI

Photo: lanalbengkulu.blogspot.com

 

PADANG — Pangkalan Utama II TNI Angkatan Laut (Lantamal) II Padang, Sumatera Barat (Sumbar), siagakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), untuk mengantisipasi dan melakukan kegiatan penyelematan jika terjadinya bencana di laut.

“Mengingat kondisi cuaca yang belum membaik, kami juga menyiagakan kekuatan KRI sebagai antisipasi jika suatu saat terjadi bencana di laut,” kata Komandan Satuan Kapal Patroli Lantamal II Padang Kolonel Laut (P) Joko Triwanto yang akrab disapa Jotri, di Padang, Jumat (29/6).

Dua unsur KRI yang disiagakan untuk upaya search dan rescue (SAR) itu adalah KRI Kala Hitam-828 dan KRI Cakalang-852. Keunggulan kedua kapal tersebut karena bisa bergerak cepat, dan mampu mengarungi gelombang laut yang tinggi.

Penyiagaan kapal itu salah satunya melihat pada kejadian yang dialami wisatawan di Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, Sumatera Barat, pada Sabtu (23/6). Sekitar 200 wisatawan tertahan di pulau akibat cuaca buruk dan hujan deras yang melanda daerah itu sejak Sabtu sore.

“Kejadian seperti ini salah satunya yang kami antisipasi, jangan sampai hal yang merugikan terjadi karena faktor terlambatnya penanganan,” katanya.

Pada kejadian di Angso Duo itu Satuan Kapal Patroli (Satrol) Lantamal II juga langsung mengerahkan Sea Rider serta Kapal Angkata Laut (KAL) Sinyaru untuk membantu evakuasi.

Penyiagaan kekuatan unsur KRI adalah salah satu dari lima fungsi yang diemban Satuan Kapal Patroli Lantamal II, yaitu melaksanakan pencarian dan pertolongan dilaut.

Jotri menjelaskan, selain kepentingan wisata, antisipasi juga dilakukan terhadap aktifitas masyarakat di laut.

“Para wisatawan, nelayan yang mencari ikan, serta kegiatan lain di laut adalah fokus yang diantisipasi oleh KRI,” ujarnya.

Selain spesifikasi KRI yang memudahkan upaya penyelematan di laut, Satrol juga didukung personel yang mumpuni di bidang SAR. Apabila bencana eskalasi besar dan berskala nasional, Lantamal II akan meminta bantuan komando Armada I, terutama untuk unsur-unsur angkut yang lebih besar.

Ia meminta agar masyarakat segera melaporkan ketika terjadi bencana atau situasi lain yang perlu diberikan pertolongan.

Source :

harianhaluan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


nineteen − 3 =