asar Koto Baru Tanah Datar akan Dibangun Modern

photo : republika

 

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat berencana memindahkan sebagian bagian Pasar Koto Baru yang ada saat ini, ke bagian belakang lokasi pasar di atas lahan seluas 5 hektare. Langkah ini bertujuan untuk mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi di jalan lintas Sumatra yang melalui lokasi pasar.

Pembangunan gedung baru juga bertujuan menata kembali Pasar Koto Baru yang beberapa kali mengalami kebakaran. Terakhir, beberapa kedai terbakar pada Ahad (25/3) lalu.

Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit menjelaskan, lokasi parkir juga akan ditarik ke bagian belakang untuk memberi ruang lebih luas bagi pedagang. Rencana ini diyakini bisa mengurai kemacetan yang sering terjadi. Apalagi, Pasar Koto Baru terletak di jalan lintas Padang-Bukittinggi yang terbilang padat kendaraan.

“Selain menarik parkir ke belakang, juga dirancang jalur alternatif bagi kendaraan. Ada dua titik yang menjadi fokus kami, Pasar Koto Baru dan di Padang Luar. Rencana ini akan dibawa ke Jakarta untuk diekspos,” kata Nasrul usai memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Pasar Koto Baru, Selasa (27/3).

Pemprov Sumbar menyiapkan setidaknya Rp 10 miliar untuk membangun bangunan baru dan lahan parkir di bagian belakang bangunan saat ini. Hanya saja, Nasrul mendesak Pemerintah Kabupaten Tanah Datar untuk lebih sigap dalam merampungkan pembebasan lahan. Bila urusan lahan kelar tahun 2018 ini, maka perencanaan teknis detil (DED) bisa dilakukan mulai 2019 mendatang.

“Konsepnya, dibuat pasar modern. Supaya dia lebih representatif untuk itu. Jadi parkir di mana, bagian kering di mana, sayur di mana, semuanya akan ditata baik,” ujarnya.

Kebakaran yang terjadi pada Ahad (25/3) lalu merupakan yang kedua kalinya sepanjang satu tahun terakhir. Sebelumnya, Pasar Koto Baru juga sempat terbakar pada Agustus 2017 lalu.

Selasa (27/3) pagi tadi, Nasrul sempat menyerahkan bantuan kepada pemilik kedai yang bangunan usahanya terbakar. Pemprov menyerahkan bantuan beberapa unit peralatan rumah tangga dan bantuan uang sebesar Rp 5 juta per korban.

“Bantuan dialokasikan dari Baznas. Meski tidak banyak semoga bisa meringankan beban korban,” kata Nasrul.

Source :

republika

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


4 × 5 =