Di Sumatera Selatan, Driver Online yang Hilang Ditemukan dengan Kondisi Mengenaskan

 

Bahkan tubuh korban ditemukan tidak utuh yang diketahui terpisah menjadi 16 bagian.

Selain itu juga ditemukan pakaian dan celana korban, serta seutas tali warna biru yang diduga digunakan pelaku menjerat leher korban.

Diketahui jasad korban tak utuh, lantaran diduga dimakan hewan liar karenakan lokasi semak rawa merupakan habitat hewan biawak yang berjarak sekitar 200 meter dari jalan raya.

Warga sekitar pernah mencium adanya bau bangkai, namun warga tak menghiraukan lantaran dikira bangkai hewan.

Tiba di RS Bhayangkara, jasad Tri disambut haru pihak keluarga.

Terutama Rohana istri korban yang mengendong anak bungsunya bernama Tsabit berusia dua tahun nahkan anak bungsu korban tak henti-hentinya menangis dalam gendongan Rohana.

Begitu juga dengan rekan-rekan korban sesama driver onlineyang juga ikut menyambut kedatangan jasad Tri.

Bahkan ratusan driver online sempat berdoa untuk jasad Tri yang selama ini hilang.

Ditemukannya jasad korban Tri, sebelumnya tim Jatanras Polda Sumsel pimpinan Kanit I Kompol Antoni Adhi membekuk dua pelaku yakni berinisial PM dan BY.

Bahkan pelaku inisial PM terpaksa ditembak mati petugas, lantaran berusaha melawan dan melarikan diri.

Sedangkan pelaku BY, ditembak petugas pada kakinya.

Informasi dihimpun, dua pelaku lainnya masih buron. Diketahui korban Tri dieksekusi oleh empat pelaku dalam perjalanan dengan cara leher korban dijerat pakai seutas tali yang ditemukan di dekat jasad korban.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Slamet Widodo yang berada di RS Bhayangkara mengatakan, ada empat tersangka yang melakukan tindakan kejahatan terhadap korban Tri.

Dua pelaku ditangkap dan dua pelaku lainnya masih buron.

“Jasad korban sudah ditemukan dengan kondisi tinggal tulang belulang. Belum bisa dipastikan betul apakah benar itu merupakan jasad korban Tri karena harus melalui serangkaian tes Ante Mortem dan Post Mortem yang dilakukan oleh Tim Forensik RS Bhayangkara Palembang,” ujarnya.

Pihaknya belum bisa memastikan apakah motif yang melatarbekakangi tewasnya korban karena murni perampokan atau ada motif lain.

“Untuk lebih jelasnya mengenai pelaku dan motifnya, nanti akan dirilis di Polda Sumsel. Sementara ini kita beritahukan bahwa dua pelaku sudah ditangkap yang salah satu pelaku tewas ditembak,” ujarnya.

Diketahui korban Tri menjadi korban perampokan pada 14 Februari silam saat mendapatkan order di kawasan Pakjo Kecamatan IB I Palembang malam hari.

Para pelaku mengorder ke Kenten Laut, dan diantar lewat Jalan HM Noerdin Pandji.

Diduga salah seorang pelaku mengeksekusi korban dengan cara menjerat leher dari belakang kursi pengemudi hingga tewas.

Para pelaku pun kemudian membawa jasad korban sekitar 20 kilometer dari lokasi eksekusi untuk membuang mayat korban. Para tersangka pun kemudian melarikan diri.

Sehari setelah kejadian, keluarga korban baru melaporkan hilangnya korban.

Selama lebih dari dua pekan, tidak ada satu petunjuk pun yang mengarahkan untuk mengungkap hilangnya alumni Jurusan Biologi Fakultas MIPA, Unsri angkatan 1993.

Hingga akhirnya ponsel milik korban diketahui dijual di salah satu konter ponsel di mall Internasional Plaza (IP) Palembang.

Dari situlah anggota pimpinan Kanit 1 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel pimpinan Kompol Anthoni Adhi mulai menelusuri kasus ini. Hingga akhirnya tertangkap dua pelaku, berinisial BY dan PM.

Source :

tribunnews

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


2 × 1 =