Djarot Girang Dapat Dukungan dari Pecatan Demokrat

photo : viva

 

Calon gubernur Sumatra Utara Djarot Saiful Hidayat mengaku girang setelah mendapatkan limpahan dukungan dari Jopinus Ramli alias JR Saragih. Dia adalah kandidat yang didiskualifikasi dan kemudian dipecat dari jabatannya sebagai ketua Partai Demokrat setempat gara-gara masalah ijazah.

Djarot mengatakan, Saragih sudah ikhlas setelah dua kali dinyatakan gugur sebagai calon gubernur Sumatra Utara. Karena alasan itulah Saragih akhirnya melimpahkan dukungan para relawan dan simpatisannya kepada pasangan calon Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus, yang diusung PDIP dan PPP.

“Pertama, beliau legowo (ikhlas) untuk tidak ikut Pilgubsu (Pemilihan Gubernur Sumatra Utara), dan kedua, beliau memberikan dukungan kepada pasangan Djoss (Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus),” kata Djarot kepada wartawan di Medan pada Selasa pagi, 3 April 2018.

Dia mengimbau seluruh relawan dan simpatisan PDIP dan PPP di masing-masing wilayah untuk merangkul dan membuka diri serta berkomunikasi dan bersinergi dengan relawan JR Saragih. Upaya itu diharapkan dapat benar-benar bisa merebut hati masyarakat.

Dengan tambahan dukungan dari JR Saragih, Djarot merasa kian optimis mampu memenangkan perebutan kursi orang nomor satu di Sumatra Utara. “Ini dukungan moral kepada kami sehingga kami lebih bersemangat lagi untuk berjuang memenangkan pilkada di Sumut,” kata Djarot.

Saragih menyampaikan langsung dukungannya kepada Djarot-Sihar melalui rekaman video yang kemudian meenyebar di kalangan wartawan di Medan sejak kemarin.

Dalam video berdurasi 31 detik itu, dia mengatakan, “Saya JR Saragih mengajak seluruh sahabat, teman, dan relawan untuk mendukung dan memenangkan Djarot-Sihar dalam Pilkada Provinsi Sumatra Utara yang akan dilaksanakan Juni mendatang.”

Saragih dua kali dinyatakan tak memenuhi syarat oleh KPU setempat. Ia terganjal masalah ijazah SMA miliknya. Polisi menetapkan Saragih sebagai tersangka kasus pemalsuan tanda tangan kepala dinas DKI Jakarta pada salinan atau fotokopi ijazah SMA-nya.

Dia juga dicopot dari jabatannya sebagai ketua Partai Demokrat Sumatra Utara. Dia sempat kecewa atas pemecatan itu tetapi kemudian ikhlas dan pasrah, begitu juga Ance Selian, calon wakilnya.

Pasangan JR Saragih-Ance Selian sebelumnya didukung Partai Demokrat, PKB, dan PKPI. Meski Saragih sudah tegas menyatakan melimpahkan dukungan kepada Djarot, Demokrat belum menentukan sikap karena masih menunggu instruksi dari pimpinan pusat di Jakarta.

Source :

viva

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


thirteen − ten =