Inilah Tokoh Yang Bersaing Jadi Caleg di Sumatera Utara

Photo: tobasatu.com

 

MEDAN-Pasangan Calon Gubernur Sumatera Utara dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus, mendaftar sebagai calon legislatif dari PDI Perjuangan.

Keduanya kalah dalam Pilgub Sumut, 27 Juni lalu. Mantan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi juga maju sebagai calon anggota dewan melalui Partai Nasdem. Pemilu serentak legislatif dan pemilihan presiden akan diselenggarakan serentak pada Rabu, 17 April 2019.

Ketua PDIP Sumatera Utara Japorman Saragih menyebutkan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara yang diusung pada Pilgubsu lalu akan maju dalam pemilihan leglislatif 2019 mendatang.

Japorman menyampaikan hal itu di sela-sela pendaftaran Bacaleg di Aula KPU Sumatera Utara, Selasa (17/7). Menurutnya, Djarot Saiful Hidayat menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Sumut 3 mencapi 10 Kota/Kabupaten yang meliputi meliputi Asahan, Tanjung Balai, Pematang Siantar, Simalungun, Pakpak Barat, Dairi, Karo, Binjai, Langkat, dan Batubara.

Adapun Sihar Sitorus akan dicalonkan melalui daerah pemilihan Sumut 2 mencakup 19 Kota/Kabupaten (3 kota dan 16 kabupten). Meliputi 17 kabupaten yakni Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir, Samosir, Padanglawas, dan Padanglawas Utara. Tiga kota adalah Padangsidimpuan, Gunungsitoli, dan Sibolga.

Sihar Sitorus, membenarkan pencalonan dirinya sebagai Caleg. Pencalonan ini sebagai wujud komitmentnya, untuk terus menjadi bagian dari Sumatera Utara, dan mengawal terhadap pembangunan Sumatera Utara seperti yang dijanjikannya saat proses Pilkada.

“Tetap kawal Sumut dengan cara mengangkat potensi Sumut melalui kegiatan yang produktif, kreatif dan partisipatif,” ujar Sihar melalui sambungan telepon, Selasa (17/8).

Sihar mengajak segenap relawan Djarot-Sihar yang mendukung mereka di Pilgubsu, kemarin, supaya tetap ambil bagian dalam mengkawal pembangunan di Sumatera Utara, di tangan Gubernur Sumatera Utara terpilih, Edy Rahmayadi.

Awalnya Sihar Sitorus tidak begitu terbuka dengan pencalonannya, dia pun menanyakan dari mana Tribun-Medan.com mendapat informasi pencalonanya. Tribun Medan menjelaskan informasi tersebut disampaikan oleh Japorman Saragih, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut.

Sihar kemudian mengutarakan, mengapa begitu cepat wartawan mengetahui pencalonnya. “Wah cepat juga bocornya yah,” ujar Sihar seraya tertawa.

Sekjen DPD PDIP Sumatera Utara, Soetarto mengungkapkan dalam tradisinya, PDI Perjuangan akan menugaskan setiap kader terbaiknya baik itu untuk berkarya di lembaga eksekutif, legislatif maupun untuk mengurus partai.

“Kita sebagai kader partai harus tegak lurus terhadap perintah ketua umum dalam hal ibu Megawati Soekarno Putri,” kata Soetarto.

Soetarto juga mengungkapkan caleg-caleg yang diusung oleh PDIP dalam pemilu 2019 adalah caleg yang secara ideologis mereka harus tetap tegah dan kukuh pada ideologi Pancasila dan UUD 1945.
Selanjutnya, ketokohan para caleg tersebut. Kemudian yang ketiga adalah kapasitas dan intregritasnya.

“Inilah yang menjadi paramater utama yang diambil oleh PDI Perjuangan untuk mencalonkan caleg mereka dalam rangka memenangkan pemilu 2019,” ujarnya.

Mantan Gubernur

Mantan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry akan maju sebagai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, mewakili bakal calon legislatif (Bacaleg).

“Saya tidak di sini, saya di pusat, saya hanya mengantarkan berkas saja, kalau kalian cari nama saya pasti tidak ada,” ucap Tengku Erry saat mengantarkan berkas Bacaleg dapil Provinsi Sumut, di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Perintis Kemerdekaan, Senin (16/7).

Sebelumnya, partai Nasional Demokrat (NasDem) telah menjaring setidaknya ada 500 nama yang masuk untuk menjadi wakil rakyat. Namun, Erry mengatakan, hanya 100 sisa setelah dilakukannya seleksi ketat oleh panitia penerima Bacaleg NasDem.

“Ada 500 nama yang datang ke kita untuk menjadi caleg, tapi setelah kita seleksi hanya 100 yang kita ikutkan di DPRD Sumut,” ujar Erry yang menjabat sebagai Ketua DPW Partai Nasdem Sumut
Partai NasDem akan mengikutsertakan seluruh daerah pemilih (dapil) yang ditetapkan KPU Provinsi Sumut, yaitu 12 dapil.

“Kami dari DPW akan mengikutkan semuanya, 100 caleg kita, 12 dapil di Sumut kita ikutkan,” ucapnya.

Setelah penetapan dan peraturan yang dilayangkan oleh KPU, di mana jumlah kursi untuk pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara berjumlah 100 orang.

Erry mengatakan, semua nama yang dikenal masyarakat dan punya potensi baik akan ikut kembali kembali persaingan ini.

“Sebagaimana kita ketahui, semua akan kita ikutkan, ada juga mantan Bupati, dan DPRD Sumut juga ikut kembali. Ya yang punya potensi lah,” ucapnya.

Poris 30 persen jumlah bakal calon wanita, namun NasDem, melebihi hingga 35 persen dari penentuan yang ditetapkan. “Kita melebihi yang ditetapkan ada 35 persen calon wanita dari kita,” ucapnya.

Sudah mencakup waktu-waktu akhir pengantaran berkas-berkas perwakilan rakyat di Provinsi Sumut. Ia mengatakan sedikiy menerima kendala mengapa bisa terlambat.

“Ya, karena banyak yang mau mencalonkam sampai 500 orang, jadi kami seleksi menjadi 100, untuk itulah kami terlambat,”ucapnya.

Keterlambatannya tersebut, ternyata dinyatakan Komisioner KPU Provinsi Sumut Benget Manahan adalah partai pertama yang mendaftar dan mengajukan berkas.

“Selama dan terima kasih kepada Partai NasDem sudah menjadi partai pertama yang mengantarkan berkas-berkas,” ucap Komisioner KPU Benget Manahan Silitonga saat di Aula lantai dua, kantor KPU Sumut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


5 × five =