Investasi di Sumut Triwulan I Turun

Photo: futuready.com

 

Medan. Pada triwulan I tahun 2018, investasi di Sumatera Utara (Sumut) hanya tumbuh 6,96%, turun dibanding periode yang sama tahun sebelumya 8,71% (yoy). Begitu pun, pertumbuhan investasi lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 4,02%.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut, Arief Budi Santoso merinci, kinerja investasi bangunan dan non bangunan masing-masing tercatat 7,02% dan 6,67% dari 8,32% dan 10,59% pada triwulan sebelumnya.

“Investasi bangunan masih tetap tumbuh didorong oleh terus berlanjutnya proyek-proyek strategis nasional di Sumut,” katanya di Medan, Minggu (17/6/2018).

Namun, tambahnya, pertumbuhan belum optimal sesuai dengan pola seasonal investasi yang menurun di triwulan pertama. Hal ini berkaitan dengan proses pelelangan serta pengadaan yang masih berjalan di awal tahun.

Perlambatan kinerja investasi non bangunan tercermin oleh turunnya impor barang modal di triwulan I 2018 baik secara nominal maupun volume. Total kredit investasi yang tersalurkan oleh perbankan juga menunjukkan pola perlambatan di awal tahun. Pertumbuhan kredit investasi tercatat melambat dari 15,03% menjadi 3,30%.

Sesuai dengan pola musiman, nilai investasi PMA dan PMDN tercatat menurun dibandingkan triwulan sebelumnya. Nilai investasi PMA pada triwulan I 2018 tercatat 134,50 juta dolar AS, turun dari 423,42 juta dolar AS pada triwulan sebelumnya.

Sektor dengan pangsa PMA terbesar adalah pertambangan (termasuk gas alam dan panas bumi) dan listrik, gas, dan air. Deregulasi yang dilakukan oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan keleluasaan dalam berinvestasi, sehingga mempertahankan kinerja investasi di kedua sektor.

Nilai investasi PMDN pada triwulan I 2018 tercatat Rp1,53 triliun, turun dari Rp3,35 triliun pada triwulan sebelumnya. Industri makanan masih menjadi sektor yang mendominasi investasi yang dikucurkan oleh investor dalam negeri. Hal ini menunjukkan bahwa industri pengolahan CPO di Sumatera Utara masih menarik dan berpotensi untuk dikembangkan.

Pada triwulan II 2018, investasi diperkirakan akan tetap solid seiring dengan realisasi anggaran belanja pemerintah dan swasta yang mulai berjalan. Berlanjutnya pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti Tol Trans Sumatera serta Kawasan Strategis Nasional Danau Toba serta pengembangan infrastruktur pendukung PSN diperkirakan akan memperkuat kinerja investasi.

Hal ini diindikasikan oleh pertumbuhan kredit investasi serta modal kerja di April 2018 yang membaik. Meskipun demikian, penyelenggaraan Pilkada 2018 dapat memicu sikap keberhati-hatian investor dalam berinvestasi. “Untuk itu, Pemerintah Provinsi diharapkan senantiasa menjaga kekondusifan Pilkada 2018 dalam menjaga iklim investasi,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


five × three =