Jalan Layang Camba Ditarget Beroperasi Saat Mudik Lebaran

photo : tribunnews

 

Proyek elevated road Camba, poros Maros -Bone bakal dinikmati masyarakat yang bertujuan dari arah kota Makassar ke kawasan barat Sulsel yang meliputi kabupaten Bone, Sinjai, Soppeng, dan Wajo.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XIII Makassar, Marlin Ramli mengatakan progres proyek tersebut sudah masuk 80 persen pengerjaan.

Dengan begitu, pihaknya optimis akan merampungkan proyek ini pada Mei 2018 mendatang.

“Kami usahakan jalan ini bisa di pakai mudik lebaran tahun ini,” ujar Marlin.

Proyek ini, kata Marlin, tidak merusak pegunungan atau hutan yang masuk dalam kawasan lindung negara.

Olehnya ia memastikan setiap musibah bencana yang terjadi dikemudian hari bukan karena hadirnya proyek ini tetapi peristiwa alam.

Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendatangi lokasi pembangunan jalan layang di camba, Maros Jumat (23/03/2018) malam

Begitu pun dengan meluapnya sungai Pattunuang, pembangunan elevated tidak mengganggu atau tidak ada perubahan pada sungai Pattunuang.

“Jadi bisa di cek di lokasi, pembuangan material saja kita tidak buang di Maros, apalagi dikatakan ingin mengotori kawasan itu. Jalan ini untuk kepentingan orang banyak,” ujar Marlin, Senin (2/4).

Sebagai pemerintah, pihaknya selaku pengelola sudah bekerja sesuai prosedur. Adapun proyek ini sepanjang 316 meter, yang berada di atas pegunungan Maros.

Terkait dengan proyek ini, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, tak mau tinggal diam. Syahrul aktif meninjau pembangunan jalan layang Camba, di Maros.

Suasana Mega proyek pembangunan Elevated Road (Jembatan Layang) terekam kamera drone Tribun Timur di Kabupaten Maros, Sulsel, Senin (815/1/2017). Pengerjaan fisik proyek tersebut memasuki tahapan pembuatan pondasi bore pile untuk jalur layang. Jalan layang yang menghubungkan Makassar - Maros - Bone sepanjang 316 meter tersebut menggelontorkan anggaran Rp167 Milliar. Jalan layang ini mengadopsi konsep jalan kelok sembilan Sumatra Barat dan diharapkan mampu memangkas durasi perjalanan darat yang melalui jalur lintas tengah Sulsel. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Suasana Mega proyek pembangunan Elevated Road (Jembatan Layang) terekam kamera drone Tribun Timur di Kabupaten Maros, Sulsel, Senin (815/1/2017). Pengerjaan fisik proyek tersebut memasuki tahapan pembuatan pondasi bore pile untuk jalur layang. Jalan layang yang menghubungkan Makassar - Maros - Bone sepanjang 316 meter tersebut menggelontorkan anggaran Rp167 Milliar. Jalan layang ini mengadopsi konsep jalan kelok sembilan Sumatra Barat dan diharapkan mampu memangkas durasi perjalanan darat yang melalui jalur lintas tengah Sulsel. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR

Menurut Syahrul, jalan layan Camba tidak hanya bernilai ekonomi, tapi mengandung nilai estetika karena orang yang melintasi bisa menikmati keindahan alam dan hutan di sekitar.

Ia juga menyebutkan, jalan layang Camba sebagai solusi penguatan basis ekonomi Sulsel.

“Ini akan memudahkan akses masyarakat dari poros ekonomi wilayah tengah menuju ibu kota. demikian pula sebaliknya. Selama ini akses di lokasi itu terbilang sulit dengan jalan yang berkelok dan medan terjal. Yang pasti, proyek jalan tidak sampai mengorbankan keberlangsungan makhluk dan lingkungan hidup di sekitarnya,”kata Syahrul.

Source :

tribunnews

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


3 × three =