Jokowi Pulang, Mahasiswa Sumbar Demo

Photo: harianhaluan

 

Kedatangan Presiden Joko Widodo di Padang dimanfaatkan anggota BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia) di Sumbar untuk menggelar unjuk rasa. Hanya saja, titik tumpu kegiatan seratusan mahasiswa yang menggelar aksi itu, tak bersinggungan sama sekali dengan jalur yang digunakan Jokowi selama di Padang, Senin (21/5).

Aksi para aktivis mahasiswa ini berlangsung di sepanjang kawasan Pantai Padang dari tugu IORA ke Tugu Merpati Perdamaian sejak pukul 15.45 WIB jelang maghrib. Sementara, Jokowi sejak pukul 15.00 WIB, sudah bergerak meninggalkan Padang sesuai meresmikan Pondok Pesantren Modern Hamka di kawasan Air Pacah, By Pass, Kota Padang.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya soal isu tenaga kerja asing ilegal di Indonesia.  Wakil Presiden KM BEM Unand Teguh Tegas Kata selaku kordum dalam keterangan pers nya mengatakan, isu tenaga kerja asing yang sangat lantang membunuh karakter tenaga kerja Indonesia.

“Kalau dari skill Indonesia tidak kalah juga dengan tenaga kerja asing. Padahal pemuda Indonesia juga sangat berpotensi. Tapi belakangan malah banyak tenaga kerja asing asal Tiongkok yang masuk ke Indonesia,”katanya.

Teguh sendiri juga berorasi lantang di hadapan para pendemo yang dikawal sejumlah aparat keamanan dari kepolisian. Orasinya jelas mengkritisi kebijakan Jokowi serta mengajak mahasiswa lain untuk ikut peduli dengan keadaan bangsa. Selain Teguh, orator lainnya yang berasal dari UNP,  PNP, Unidha, STIE AKBP dan Stikes Alifah juga menyampaikan kritik kepada Jokowi yang belum bisa mewujudkan kesejahteraan yang dicita-citakan gerakan reformasi yang 20 tahun lalu digerakkan aktivis angkatan 98 di seluruh nusantara.

Jokowi sendiri merespon suara-suara sumbang yang menyasar pemerintahannya. Selepas memberikan sambutan penyerahan sertifikat hak atas tanah wakaf di Padang, ia menjelaskan isu tenaga kerja asing yang ditanyakan seorang warga yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Saya sering mendengar isu tentang masalah tenaga kerja dari Tiongkok. Mohon penjelasannya supaya kita tidak salah memahami,” tanyanya.

Mendapatkan pertanyaan tersebut, Jokowi memanfaatkan momentum yang ada untuk meluruskan segala pemahaman yang keliru terkait dengan kebijakan pemerintah soal tenaga kerja asing. Presiden mengatakan bahwa secara garis besar peraturan presiden yang dikeluarkannya justru mengatur tenaga kerja asing yang masuk dengan lebih ketat.

Source :

harianhaluan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


sixteen − 14 =