Kas Masuk ke BI Sumbar Cenderung Naik Usai Lebaran

Photo: Liputan6.com

 

PADANG — Momentum Lebaran identik dengan tradisi mudik atau pulang kampung oleh para perantau ke kampung halamannya. Budaya mudik juga diyakini mampu mendorong perekonomian daerah, sejalan dengan aliran uang dari ibu kota yang dibawa para pemudik ke kampungnya. Lantas apakah momentum Lebaran efektif mendongkrak perekonomian daerah?

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatra Barat, Endy Dwi Tjahjono mengungkapkan bahwa geliat pertumbuhan ekonomi daerah memang tak bisa diukur secara parsial dari besaran perputaran uang. Namun, setidaknya keluar-masuknya aliran uang dari kas BI memberikan gambaran bagaimana karakteristik masyarakat dalam membelanjakan uangnya.

Ia menyebutkan, jumlah uang beredar selama Lebaran selalu meningkat empat persen setiap tahunnya. “Proyeksi perputaran uang memang tidak dilakukan. Namun BI mencatat posisi inflow-outflow sebelum dan setelah Lebaran,” jelas Endy, Sabtu (7/7).

Pencatatan posisi kas masuk dan keluar ini didapat dari setoran dan penarikan perbankan yang ada di Sumatra Barat. BI Sumbar mencatat, peredaran uang kartal sebelum libur lebaran (8 Juni) tercatat outflow Rp 468,1 miliar. Artinya, banyak perbankan menarik uangnya dan beredar di masyarakat. Hal ini menunjukkan tingginya aktivitas masyarakat dalam menyiapkan dana untuk Lebaran.

Sementara setelah Lebaran, justru terjadi aliran masuk dana ke BI Sumbar dari perbankan. Hal ini menunjukkan banyak bank-bank yang menyetorkan simpanan nasabahnya. Nasabah di sini termasuk juga para pedagang dan pemilik usaha besar yang kebanjiran pesanan selama Lebaran.

“Tren inflow bisa karena para pedagang menabung keuntungannya. Ini juga menunjukkan masih banyaknya konsumen yang bertransaksi dengan tunai,” katanya.

Catatan BI Sumbar, pada 19 Juni 2018 terjadi inflow Rp 56,41 miliar dan 20 Juni 2018 inflow Rp 341,33 miliar. Pada 21 Juni 2018 terjadi inflow  Rp 180, 58 miliar, dan 22 Juni 2018 terjadi inflow Rp 116,43 miliar.

Sebagai perbandingan tahun 2017 lalu, Sumbar mencatatkan arus kas keluar (outflow) yang cukup besar pada kuartal II. Secara keseluruhan, net outflow tersebut mengalami kenaikan yang signifikan hingga 49,86 persen (yoy) dari periode yang sama tahun 2016, yakni sebesar Rp 2,14 trilun. Efek Lebaran dan tahun ajaran baru mendorong masyarakat Sumatra Barat untuk cenderung menarik uangnya dari perbankan untuk kemudian dibelanjakan sesuai kebutuhan dan keinginan.

Source :

republika

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


twenty + five =