Kementan Mulai Bangun Lumbung Bawang Putih Baru di Sumatra Utara

Photo : melemparjemari.blogspot.com

 

Gunung Toba di Sumatra Utara (Sumut) terakhir meletus sekitar 74 ribu tahun silam. Letusan dahsyat gunung api raksasa memporak porandakan wilayah sekitar kala itu. Namun dampak positifnya, kini lahan pertanian di wilayah terdampak menjadi lebih subur.

Kondisi yang sama juga dijumpai di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatra Utara. Untuk itu, Kementerian Pertanian memilih wilayah ini sebagai lahan pengembangan bawang putih. Belum lama ini, tim Kementan yang terdiri dari Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Inspektur I Inspektorat Jenderal Kementan, Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara dan beberapa staf juga sudah mendatangi lokasi ini bersama rombongan importir bawang putih yang memiliki kewajiban menanam bibit.

Melalui siaran pers Kementerian Pertanian yang diterima Trubus.id Kamis (25/10), Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor sendiri sudah menyatakan kesiapan daerahnya untuk bangkit menjadi lumbung baru pangan nasional.

“Kami punya lahan yang sangat subur seluas 70 ribu hektar lebih. Untuk bawang putih saja kami siapkan 5.000 hektar. Silakan investor dan APBN masuk ke sini. Kami siap memfasilitasi”, ujar Dosmar semangat.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, sistem pengendalian internal yang telah dilakukan sudah terbukti dan teruji.

“Kalau ada yang main-main dengan uang negara atau amanat investor, kami akan sikat. Jangan ragu kembangkan pertanian disini,” sambungnya.

Saat melakukan inspeksi lahan ujicoba bawang putih bersama Tim Kementan di Desa Hutagurgur Dolok Sanggul, Bupati Dosmar meminta agar pertanaman bawang putih di lokasi demplot dirawat secara intensif.

“Petani saya minta lebih serius dan intensif merawat bawang putih. Percuma kalau lahannya bagus, benih sesuai, pupuk dan air mencukupi tapi petaninya malas-malasan,” tegas Dosmar.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Prihasto Setyanto, mengakui potensi besar lahan pertanian di Humbahas. Jenis tanahnya diperkirakan histosol dengan lapisan humus yang tebal dan kaya bahan organik. Ketinggiannya yang berada di atas 1.400 mdpl, iklim mendukung, air melimpah sangat mendukung untuk budidaya bawang putih.

“Jadi sangat tepat kalau Kementerian Pertanian mendorong pengembangan komoditas pertanian khususnya bawang putih di Humbahas”, tutur Prihasto.

Dikatakan Prihasto, tahap awal pihaknya akan mengalokasikan 50 hektar untuk perluasan tanam bawang putih melalui APBN tahun 2018. Tahun depan ditingkatkan volumenya 3 kali lipat menjadi 150 hektar. Belum termasuk alokasi untuk bawang merah dan cabai merah besar.

“Dari satu importir yang sudah masuk, komitmen akan menanam 200 hektar. Saat ini sedang dicoba tanam benih GBL asal Taiwan seluas sekitar 2.5 hektar. Ke depan kita akan dorong importir lain masuk ke sini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Humbang Hasundutan, Junter Marbun menyatakan pihaknya juga akan turut mengawal intensif uji coba penanaman bawang putih di wilayahnya tersebut. Menurutnya, jika hasil ujicoba tanam ini sukses, pemerintah daerah yakin petani di Humbahas akan tertarik menanam bawang putih.

“Kami siap all out menyukseskan program pemerintah membangkitkan bawang putih,” ungkap Junter.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


1 × 5 =