Kepada Dinas Terjaring OTT Polda Sumut, Amankan Barang Bukti Rp 50 Juta

Photo: realitarakyat.com

 

Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumut Kombes Toga Panjaitan mengakui, lakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Padanglawas (Palas), Senin (28/5) sekitar pukul 15.15 WIB.

“Untuk data-datanya, silahkan hubungi Subdit Tipikor,” katanya, kemarin. Subdit Tipikor Krimsus Polda Sumut AKBP Dony Sembiring mengakui pihaknya melakukan OTT terhadap Kepala Dinas Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Satu Pintu (PPPMSP) Palas.

Ia menceritakan OTT tersebut berawal dari informasi masyarakat, yang menyatakan, Kepala Dinas PPPMSP Arseh Hasibuan diduga meminta sejumlah uang terkait permohonan IUP-B (Ijin Usaha Perkebunan Budidaya) PT Duta Varia Pertiwi.

Dony menambahkan, petugas melakukan OTT berdasar laporan informasi Nomor : R/-LI-170/V/2018/Ditreskrimsus tanggal 21 Mei 2018 dan Surat Perintah Tugas Nomor: Sprin.Gas/ 179/V/2018/ Ditreskrimsus tanggal 2 Mei 2018.

Polisi melakukan OTT di Hotel Al Marwah di Jalan Ki Hajar Dewantara No 99, Kelurahan Bangun Raya, Kecamatan Sibuhuan, Palas.

Penangkapan dilakukan, karena Arseh disebut-sebut meminta uang Rp 250 juta kepada Ely Irwan Harahap, selaku kuasa dari PT Duta Varia Pertiwi, terkait pengurusan IUP-B.

Kemudian, sambung Dony, Ely menawar biaya pengurusan yang diduga diminta Arseh menjadi Rp 150 juta.

“Namun tetap saja sang kadis tidak mau kurang dari Rp 250 juta,” kata Dony. Ia menambahkan, Arseh diduga meminta pembayaran pertama Rp 50 juta, sisanya ditransfer melalui rekening yang akan dia tentukan.

“Kami (Tim Subdit III Tipikor Krimsus) langsung menindaklanjuti laporan tersebut dan mengamankan empat orang,” katanya.

Tiga dari empat orang tersebut, kata Dony, PNS Dinas PPPMSP Palas, dan satu orang pemohon izin.

“Kita melakukan penyitaan uang Rp 50 Juta dan dokumen lainnya dari dalam mobil dinas Arseh untuk dibawa ke Ditkrimsus Polda Sumut, sekaligus dalam rangka pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Dony.

Mengenai siapa nama keempat orang yang diamankan saat OTT, Dony menyatakan Ely (pemohon izin) sebagai saksi, Nurjamila Pohan (Kabid Perizinan) sebagai saksi, Retno Setya Ningsih (Kasi Pelayanan Perizinan) sebagai saksi, dan Arseh (Kadis PPPMSP) status sementara sebagai tersangka.

Ia mengaku, mengamankan barang bukti berupa mobil dinas BB 1064 K, uang tunai Rp 50 Juta yang diamankan dari mobil dinas Arseh, dan dokumen pengajuan izin lokasi PT Duta Varia Pertiwi, tiga unit HP milik Arseh, dan dua unit HP milik Ely.

Dony berharap, apabila ada masyarakat yang menemukan kejanggalan atau pungli pada dinas di Sumut, silahkan hubungi pihak kepolisian terdekat. “Biar tidak ada lagi pungli terjadi di Sumut ini,” ujarnya.

Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumut memang memantau semua dinas di Provinsi Sumut, yang masih melakukan pungli kepada masyarakat. Baik terhadap warga yang ingin mengurus perizinan maupun surat atau dokumen kenegaraan.

Hal ini dikatakan Toga, Senin. Ia mengatakan, jangan ada lagi pungli, karena sangat menyulitkan masyarakat.

“Seharusnya pemerintah memberi kemudahan kepada masyarakat. Bukan malah membuat masyarakat menjadi terbebani,” katanya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


20 − two =