Masyarakatnya Konsumtif, Home Credit Optimis Raih Pasar Sumatera Barat

photo : jawapos

 

Perusahaan pembiayaan multiguna, Home Credit melirik pasar Sumatera Barat (Sumbar). Setelah menggaet sekitar 16.500 pelanggan di Kota Padang dengan pembiayaan mencapai Rp 45 miliar. Salah satu perusahaan di Indonesia ini, berencana ekspansi pasar ke Kota Bukittinggi.

CEO PT Home Credit Indonesia Jaroslav Gaisler mengatakan, daerah Sumbar diyakini menawarkan pasar potensial bagi lembaga pembiayaan. Sebab, masyarakat di Sumbar dianggap memiliki jiwa konsumtif yang cukup tinggi.

Dari catatan Home Credit lanjut Jaroslav Gaisler, porsi pembiayaan kredit di Kota Padang hingga akhir Maret 2018 mencapai 2 persen dari total pembiayaan Nasional sebesar Rp 520 miliar. Padahal, rata-rata kontribusi pembiayaan setiap kota hanya 1 persen saja dari total pembiayaan kredit nasional.

Atas kondisi tersebut, pihaknya berencana mengelontorkan investasi awal sebesar Rp 1 miliar untuk Kota Bukittinggi. Rencananya, ekspansi itu akan dilakukan pada awal Agustus 2018. “Perilaku konsumen di Bukittinggi sama Padang masih konsumtif. Sehingga potensinya besar. Pembiayaan kredit juga tak melulu ponsel, tapi juga aksesoris mobil dan furniture rumah,” kata Jaroslav, saat menggelar jumpa pers dan diskusi bersama awak media di Padang, Senin (16/4).

Dari survei asal, setidaknya terdapat 70-80 gerai atau toko potensial yang dapat dijadikan mitra. Pihak Home Credit meyakini, secara bertahap nasabah di Bukittinggi akan berkembang. Sebab, sebelumnya telah berhasil menggandeng 240 toko mitra di Kota Padang.

Home Credit lanjut Jaroslav, juga memastikan memberikan pemahaman mengenai pembiayaan yang menyeluruh bagi calon nasabah. Hal ini sejalan dengan target Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan literasi keuangan di daerah. Pihaknya juga menjamin seluruh syarat dan ketentuan bagi nasabah disampaikan secara transparan.

Sementara itu, Chief External Affairs PT Home Credit Indonesia Andy Nahil Gultom menilai, Kota Padang dikenal sebagai kota yang menempatkan sektor industri, perdagangan dan jasa sebagai motor penggerak ekonominya.

Ia juga meyakini, industri pembiayaan kredit akan terus tumbuh seiring minat masyarakat dalam menjajal layanan daring atau online. Menjawab tantangan itu, Andy menerangkan, Home Credit juga menyediakan jasa pengajuan kredit secara daring dengan proses persetujuan atau penolakan aplikasi yang diajukan pelanggan sangat cepat. Hanya memakan waktu sekitar 3 menit saja.

“Seluruh layanan pembiayaan diberikan dengan mudah, praktis dan cepat, baik secara offline maupun online,” katanya.

Dari catatan keseluruhan, hingga 31 Maret 2018 Home Credit Indonesia telah melayani lebih dari 2 juta pelanggan yang tersebar pada 14 ribu titik penjualan yang tersebar di Indonesia. Dan telah menciptakan lapangan pekerjaan bagi lebih 12 ribu karyawan di seluruh Tanah Air.

Source :

jawapos

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


4 × 3 =