Naik LRT Palembang Tak Gratis Lagi, Berapa Tarifnya?

Photo: viva.co.id

 

Palembang – Kereta api ringan atau light rail trainset (LRT) Palembang, Sumatera Selatan resmi beroperasi secara komersial mulai hari ini, Rabu (1/8/2018).

Selain untuk mengurai kemacetan, pengoperasian LRT ini untuk mendukung mobilitas penonton, atlet dan official Asian Games yang digelar pada 18 Agustus-2 September 2018.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Zulfikri menuturkan, uji coba pengoperasian LRT sepanjang 23,4 kilometer (km) ini telah dilakukan sejak 23-31 Juli 2018. Dalam masa uji coba tersebut, warga bisa menjajal LRT pertama di Indonesia ini secara gratis.

“Jadi kemarin waktu uji coba masyarakat sudah tahu lah ‘oh ini lho LRT’. Dan nanti bagaimana sihoperasionalnya mulai besok (hari ini-red) kami perkenalkan,” katanya saat ditemui di Depo LRT Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (31/7/2018) malam.

Zulfikri menyatakan, tarif LRT yang diterapkan mulai 1 Agustus 2018 yakni sebesar Rp 5.000 antar stasiun. Sementara bagi pengguna yang naik dan turun dari stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, harus merogoh kocek Rp 10.000.

“Tarif Rp 5.000 itu untuk commuter antar stasiun. Sedang kalau naik turun bandara Rp 10 ribu. Ini biasa di mana-mana, jadi memang itu yang ke bandara masyarakat ability to pay-nya lebih tinggi dibandingkan commuter,” jelasnya.

Dia menuturkan, tarif tersebut cukup terjangkau karena masih disubsidi pemerintah. Jika dihitung dengan investasi proyek Rp 10,9 triliun, harga keekonomian tiket LRT berkisar Rp 30 ribu.

“Untuk saat ini masih subsidi, sampai akhir tahun masih subsidi. Mungkin tahun depan juga masih subsidi karena kalau kita full covery comercial ya kayaknya enggak mungkin ya,” paparnya.

Pengoperasian LRT Palembang akan dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia. Rencananya dari 13 stasiun, baru 6 stasiun beroperasi mulai 1 Agustus 2018.

Setidaknya ada 6 rangkaian kereta LRT yang melayani masyarakat umum, atlet dan official saat Asian Games 2018. Sedangkan dua rangkaian sisanya akan digunakan sebagai kereta cadangan di Depo Jakabaring. Satu rangkaian kereta bisa mengangkut sekitar 534 penumpang.

“Kalau saat Asian Games  dengan 6 stasiun kami operasikan,  hasil simulasi kami akan operasikan 6 kereta,  dengan headway sekitar 22 menit untuk jarak tempuh 50-60 menit,” ungkap dia.

Source :

liputan6

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


five × three =