Nelayan Karawang Diganggu Perompak di Sumatera

 

 Sejumlah nelayan di Kabupaten Karawang, kerap menemui kendala saat melaut. Tak hanya faktor cuaca, kendala juga datang dari komplotan perompak. Akibatnya, mereka tak membawa hasil tangkapan dengan maksimal.
Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Kabupaten Karawang, Sahari mengatakan pihaknya kerap mendapat ‘curhatan’ para nelayan soal adanya gangguan dari perompak. Terutama, mereka yang mencari ikan hingga ke perbatasan Pulau Sumatera.
“Akhir-akhir ini, nelayan yang melaut ke perbatasan Sumatera banyak diganggu perompak,” ujar Sahari saat dihubungi melalui selulernya, Minggu (6/5/2018).
Seperti diketahui, selama ini nelayan di Kabupaten Karawang mencari ikan ke laut dengan sasaran berbagai wilayah. Seperti, perairan lokal Karawang yang berbatasan dengan Subang. Namun, ada juga yang melaut sampai Sumatera dan Kalimantan.
“Saat ini, sebagian nelayan ketakutan untuk pergi melaut. Apalagi mereka yang mencari ikan ke arah Sumatera,” kata dia.
Menurut dia, dampak dari adanya aksi perompak ini hasil tangkapan nelayan menjadi menurun. Adapun para nelayan tersebut, selama ini mencari hasil laut yang salah satunya jenis rajungan. Mengingat, biota laut yang satu ini sangat mahal harganya.
Dalam satu kali trip (sekitar sebulan), nelayan bisa mendapatkan rajungan minimalnya 500 kilogram. Mereka menangkap rajungan dengan menggunakan bubu.
Untuk nelayan yang mencari rajungan ke Kalimantan tak ada masalah. Berbeda dengan nelayan yang ke Sumatera. Aktivitas mereka terganggu lantaran ulah perompak.
“Saat ini hasil tangkapan mereka menurun drastis. Biasanya satu kali trip memperoleh 500 kg, kini maksimal hanya setengahnya. Ada juga yang hanya mendapatkan puluhan kilogram rajungan saja,” jelas dia.
Sahari mengaku, jajarannya telah melaporkan kondisi yang dialami para nelayan ini ke pihak terkait. Dengan adanya perompak ini aktifitas nelayan yang mencari rajungan ke Sumatera sangat terganggu.
Pihaknya bersyukur karena para perompak itu hanya meminta paksa hasil tangkapanan. Sahari menambahkan, saat ini harga rajungan mengalami peningkatan. Untuk daging rajungan yang telah matang mencapai Rp 120 ribu per kilogram. Sebelumnya, rajungan matang yang sudah direbus terlebih dulu ini hanya Rp 80 ribu per kilogram.
Sedangkan, rajungan yang mentah dan masih ada cangkangnya mencapai Rp 90 ribu per kilogram. Harga ini mengalami kenaikan dari sebelumnya hanya Rp 55 ribu per kilogram.
Source :

inilahkoran

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


one × four =