Pemilih Milenial Penentu Kemenangan Pilgub Sumut

Photo: republika.co.id

 

SEJUMLAH organisasi  mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung dan Sumatera Utara mengajak pemilih pemula  dan masyarakat memberikan hak pilihnya dalam Pilgub Sumatera Utara pada Rabu (27/6/2018) besok.

Pemilik suara diharapkan tidak golput. Terlebih pemilih milineal sangat menentukan kepemimpinan Sumut lima tahun kedepan.

Tercatat pada Pilgub Sumut 2013 lalu, angka golput di Sumut sangat tinggi yaitu mencapai lebih 50 persen dari total pemilih.

“Pemilih milineal sangat jadi penentu untuk menentukan pemimpinan Sumut kedepan,” kata Koordinator Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumut, Charles Munthe melalui siaran elektroniknya, Selasa (26/6).

Charles mengatakan, Sumut  memiliki potensi  kekayaan alam dan pariwisata yang membanggakan, seperti energi panas bumi yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara dan Danau Toba. Karena itu Sumut sangat membutuhkn pemimpin yang bersih dan berpengalaman untuk mengemas potensi itu menjadi tertata demi kesejahteraan masyarakat.

“Masa depat Sumut ada di tangan kita. Jangan sampai salah menentukan pilihan. Harus jelas rekam jejaknya. Karena pilihan kita akan menentukan nasib kesejahteraan rakyat,” jelas Charles.

Hal senada disampaikan Ketua Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Sumut, Zulham Pardede. Dia berharap  pemilih pemula dan masyarakat dapat memilih dengan rasional. Artinya memilih kandidat yang punya kemampuan manajemen pemerintahan yang baik.

Selain itu pemuda harus ambil bagian dalam proses pengawasan dalam tahapan pilkada dan aktif berkomunikasi dengan pihak kepolisian.

“Kepada seluruh tim pemenangan kandidat kami minta agar segera menghentikan segala bentuk penggiringan opini, masa kampanye sudah selesai. Sudah saatnya masyarakat dibiarkan menentukan pilihan tanpa ada upaya-upaya penggiringan dengan opini yang provokatif,” papar Zulham.

Pendapat juga disampaikan Ketua Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Sumut, Yakin Sitorus. Menurutnya, Pilgub Sumut

jangan sampai melukai perasaan masyarakat Sumut yang  majemuk.

“Masyarakat  harus terjaga dari tangan-tangan kotor provokator yang menggunakan isu SARA demi ambisi kekuasaan,” tegas Yakin.

“Mahasiswa harus melihat sepak terjangnya, pilihlah pemimpin yang bersih dan berpengalaman,”  sambungnya.

Selain itu, organisasi kemahasiswaan lain yang mengharapkan masyarakat tidak golput yakni Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Indonesia (KAMMI).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


7 + nine =