Pemkab Waykanan Terus Persuasi Percepatan Komersialisasi Gatot Subroto

Photos : Waykanankab

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus melakukan upaya percepatan pengoperasian Lapangan Udara (Lanud) menjadi bandara komersial. Rabu (5/12), Bupati Waykanan, Raden Adipati Surya bahkan membahas percepatan penggunaan Gatot Subroto secara komersial dengan Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan.

Diharapkan langkah persuasi ke berbagai pihak dapat membuat operasi Lanud Gatot Subroto bisa terealisasi sebelum tahun 2018 berakhir.

“Setelah melakukan kunjungan ke Pemerintah Sumatra Selatan, kita lanjutkan kunjungan ke Kodam II Sriwijaya untuk membahas percepatan pemanfaatan Lanud Gatot Subroto, Way Tuba agar dapat terealisasi pada akhir tahun 2018 ini,” tutur Bupati Waykanan, Raden Adipati Surya di Palembang, Sumatra Selatan, Rabu.

Pasalnya menurut Raden, peroperasian Lanud Gatot Subroto agar bisa disinggahi penerbangan komersial telah menjadi cita-cita masyarakat sejak 10 tahun terakhir.

Manfaatnya pun diyakini besar apabila bandara ini sukses terealisasi menjadi bandara komersial. Tidak hanya untuk Kabupaten Waykanan, ada beberapa daerah dari Provinsi Sumatra Selatan akan ikut merasakan dampak positif apabila penerbangan di Gatot Subroto menjadi penerbangan komersial pada akhir tahun 2018.

“Semoga kunjungan Ke Kodam II Sriwijaya ini bisa membantu proses percepatan terwujudnya Bandara Lanud Gatot Subroto menjadi komersial untuk bisa mewujudkan mimpi masyarakat Kabupaten Waykanan,” ucap Adipati.

Salah satu manfaat yang bisa segera tercapai apabila Gatot Subroto telah beroperasi secara komersial, yakni mempercepat dan menambah perputaran uang di daerah tersebut. Dengan demikian, ekonomi masyarakat akan terangkat pula.

Bila perekonomian terus meningkat, berarti dapat menambahkan pendapatan dari masyarakat dan bisa mengurangi jumlah pengangguran yang ada di daerah tersebut.

“Bila bandara ini terwujud maka bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, mengurangi pengangguran,” tegasnya.

Sehari sebelumnya, Raden Adipati juga bertemu dengan Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian Gubernur Sumsel yang rela menjadi motor penggerak pengoperasian Lanud Gatot Subroto sebagai bandara komersial. Menurutnya, Gubernur Sumsel berperan penting dalam upaya pengoperasian Lanud Gatot Subroto lantaran ia pernah menjadi Bupati OKU Timur selama dua periode.

Komersialisasi lanud ini berpotensi meningkatkan investasi dan pembangunan infrastruktur di Kabupaten OKU Timur.

“Karena urusan ini memang ada hubungannya dengan Gubernur Sumsel sehingga besar harapan saya lanud itu secepatnya beroperasi,” ujar Raden seperti dilansir Antara, Selasa (4/12)

Dilansir dari laman resmi Kabupaten Way Kanan, landasan pacu (runway) Lanud Gatot Subtoro rencananya ditambah dari 2.100 meter menjadi 2.400 meter untuk menunjang komersialisasi. Hal ini dilakukan agar pesawat jet berbadan sedang dapat mendarat di Lanud Gatot Subroto dengan rute yang disiapkan yaitu Jakarta-Way Tuba-Palembang.

Selama ini, Lanud Gatot Subroto hanya didarati oleh pesawat jenis Hercules. Pernah juga digunakan oleh Susi Air yang melayani rute Way Tuba namun tidak beroperasi lama.

Berdasarkan survei yang dilakukan tahun 2011, potensi penumpang di lanud tersebut berkisar 40 orang per harinya. Penumpang berasal dari Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Barat, OKU, OKU Selatan, serta OKU Timur

Atas kunjungan Bupati Waykanan, Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan menyambut baik. Kunjungan ini dianggap bentuk keseriusan Kabupaten Waykanan untuk mewujudkan pemanfaatan Lanud Gatot Subroto menjadi bandara komersial pada akhir tahun ini.

Dengan operasional secara komersial, akses dan jarak tempuh baik ke Palembang, Bandar Lampung, dan ibu kota atau sebaliknya dapat lebih terasa dekat.

Ia pun berharap, dengan terwujudnya bandara ini maka, jalur transportasi akan lebih mudah sehingga berimbas ke peningkatan perekonomian sampai ke kunjungan turis ke Waykanan Lampung atau Oku Timur Sumatera Selatan. Dengan demikian, pendapatan daerah juga mampu meningkat.

“Jarak menjadi lebih dekat bila bandara ini bisa terwujud. Ayo rapatkan barisan dan bersama-sama mewujudkan impian masyarakat Kabupaten Waykanan agar bisa memiliki bandara sendiri,” serunya seperti dilansir Antara, Rabu (5/12).

Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, pun menyatakan siap membuat nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung untuk operasionalisasi Landasan Udara (Lanud) Angkatan Darat Gatot Subroto jika diperlukan. Hal ini terkait rencana pemanfaatan Lanud Gatot Subroto bagi penerbangan komersial per akhir tahun ini.

Dalam pembahasan pengaktifan Lanud Gatot Subroto sebagai bandara komersial yang dilakukan Pemprov Sumatra Selatan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Way Kanan, Lampung, Herman turut menjelaskan upaya komersialisasi lanud ini telah dilakukan sejak 2006.

“Sejak menjadi Bupati (Ogan Komering Ulu/OKU Timur), saya sudah berupaya mengaktifkan bandara itu menjadi komersial. Positifnya akan berdampak luar biasa untuk Provinsi Sumsel dan Lampung,” ucap Herman, Selasa (4/12) seperti dikutip dari Antara.

Pertemuan dengan Bupati Way Kanan ini dijelaskannya juga bertujuan mengakselerasi pembangunan di daerah perbatasan. Niatnya agar daerah perbatasan bisa setara dibandingkan daerah lain. Mengingat, Kabupaten Way Kanan, Lampung berbatasan dengan Kabupaten OKU Timur, Sumatra Selatan.

“Kita sama-sama mengawali ini, tidak bisa kalau tidak dikawal. Sebagai Gubernur yang dulunya jadi Bupati OKU Timur, saya sangat ingin bandara ini aktif,” kata Herman mengajak Bupati Way Kanan memperjuangkan operasionalisasi Lanud Gatot Subroto.

Herman melanjutkan, komersialisasi Lanud Gatot Subroto dapat menyelaraskan pembangunan Provinsi Sumsel dan Lampung. Ia mengaku telah menghubungi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi agar Lanud Gatot Subroto dapat segera beroperasi menjadi bandara komersial. (Zsazya Senorita, Teodora Nirmala Fau)

Source :

Valid News

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


14 + 18 =