Petani Tolak Bibit Bantuan DLHK Aceh

Photo: tribunnews

 

Kelompok tani (Poktan) Alue Kala 1, kampong Babah Jurong, Kecamatan Mila, Pidie, menolak bibit tanaman bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, karena diduga tidak sesuai spek.

Mengacu data yang tertuang dalam Layanan Pelelangan Sistem Elektronik (LPSE), proyek pengadaan bibit dialokasikan dana Rp 520 juta, yang tersebar pada tujuh lokasi. Juga dalam LPSE disebutkan, bahwa bibit bantuan tersebut tingginya harus mencapai 30 hingga 50 cm.

Abubakar Pakeh (51), salah seorang anggota kelompok tani Alue Kala 1 Gampong Babah Jurong, kepada wartawan, Kamis (4/10) mengatakan, petani menolak bantuan bibit dari DLHK Aceh karena bibit tersebut tidak sesuai dengan kemauan petani. Artinya, kata dia, bibit yang disalurkan tersebut tidak tinggi dan bukan hasil cangkokan. Padahal, petani menginginkan bibit tinggi sehingga cepat berbuah setelah ditanam di kebun.

Ia menyebutkan, bibit bantuan yang disalurkan tersebut sebagian telah layu dan mati. Bibit tanaman produktif tersebut yang disalurkan DLHK Aceh pendek yang disemai dalam polybag.

“Tercatat tujuh kelompok tani yang menerima bantuan bibit dari DLHK Aceh,” ujarnya.

Ia menambahkan, tercatat empat jenis bibit tanaman yang telah diserahkan, terdiri atas bibit durian, rambutan, manggis dan duku. Bibit bantuan tersebut diangkut menggunakan truk Colt Diesel terbalik di kawasan Alue Kala.

“Truk tersebut terbalik, sehingga bibit bantuan yang disemai di dalam truk tumpah ke tanah. Saat tumpah tersebut kami ketahui jika bibit bantuan pendek,” pungkasnya.

Hasil penelusuran Serambi di laman LPSE Pemerintah Aceh, bahwa pengadaan bibit untuk petani di Pidie dengan nama lelang pengadaan bibit MPTS, dengan tinggi batang 30 hingga 50 cm. Anggaran dialokasikan pada proyek itu dengan pagu Rp 520 juta. Bibit bantuan yang disalurkan meliputi bibit durian, manggis, rambutan, dan duku.

Rekanan akan Mengganti
Plt Kabid Rehabilitasi Lahan Bina Usaha dan Perhutanan Sosial DLHK Aceh, Naharuddin H MSi, yang dihubungi Serambi, Kamis (4/10) menjelaskan, Dinas LHK Aceh bersikap tegas dengan menolak setiap bibit yang tidak sesuai spek. Kepada rekanan yang menyalurkan bibit diminta segera mengganti jika setelah diperiksa tim PHO terindikasi tidak sesuai spek yang ditetapkan.

“Saat ini bibit tersebut belum diperiksa tim PHO,” kata Naharuddin melalui WhatsApp, kemarin. Menurutnya, proyek pengadaan bibit bantuan DLHK Aceh disalurkan kepada tujuh kelompok tani di Pidie, yakni Koptan Buket Keutapang, Koptan Blang Lam Kaca, Koptan Alue Kala, Koptan Bukit Barisan, Koptan Cot Keumiki, Koptan Blang Tanoh Adang dan Koptan Alue Baroh. “Untuk Koptan Alue Kala Gampong Babah Jurong, jumlah bibit MPTS rambutan 2.000 batang, duku 3.000 batang, durian 2.000 batang dan manggis 2.500 batang,” sebutnya.

Source :

tribunnews

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


3 × four =