Ragam Cara Partai Politik Merekrut Caleg di Sumatera Barat

Photo : kumparan

 

Padang- Sebanyak 14 partai politik di Sumatera Barat yang lolos 2019 sudah memancang target, dan strategi untuk berebut simpati pemilih.

Strategi tersebut salah satunya dijalankan dengan beragam cara perekrutan calon anggota legislatif (caleg), yang diharapkan duduk di DPR RI dan DPRD Provinsi serta kabupaten/kota di Sumatera Barat.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mendapat nomor urut 1 menyatakan, membuka diri dan kesempatan kepada semua elemen masyarakat yang ingin menjadi anggota legislatif dari PKB.

“Kami juga membuka kesempatan bagi kalangan media yang berkeinginan untuk terjun langsung di dunia politik. Apalagi ditengah gencarnya serangan hoax yang dapat memecah belah bangsa,” kata Ketua DPW PKB Sumbar, Febby Dt Bangso Nan Putiah.

Demikian pula, Partai Gerindra yang mendapat nomor urut 2 akan merekrut tokoh masyarakat dan partai untuk menjadi caleg.

“Yang pastinya, memiliki massa untuk memenangkan partai,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Nasrul Abit yang juga Wakil Gubernur Sumatera Barat tersebut.

Sementara, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) yang mendapat nomor urut 3, telah memulai penjaringan caleg dan kaderisasi sejak lama.

“Kami memberikan kesempatan kepada anak-anak muda zaman now untuk mengabdi pada bangsa dan negara lewat jalur politik,” Ketua DPD PDI Perjuangan Sumbar, Alex Indra Lukman.

Senada dengan itu, Partai Golkar yang mendapat nomor urut 4 juga menyebutkan telah memulai tahapan proses penjaringan caleg.

“Penjaringan baik secara internal maupun dari berbagai kalangan seperti profesional, akademisi, dan lain sebagainya. Namun belum ditetapkan karena masih ada beberapa evaluasi yang akan dilakukan,” kata Ketua DPD Golkar Sumatera Barat Hendra Irwan Rahim.

Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang mendapat nomor urut 5, juga menyebutkan telah melakukan seleksi kader yang akan menjadi caleg partai tersebut.

“Untuk caleg, merupakan perpaduan dari tokoh muda, kalangan perempuan, dan politisi senior, semua dikombinasikan,” ujar Ketua DPW NasDem Sumatera Barat Malkan Amir.

Adapun Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda), partai baru yang mendapat nomor urut 6, berkomitmen untuk menciptakan kader atau melahirkan tokoh dan tidak mencari tokoh untuk caleg.

“Sebagai kelompok pemuda yang punya kesamaan cita-cita politik dan bekerja membangun inftastruktur politik, dan berjuang konstitusional melalui saluran demokratis tanpa harus berhutang politik kepada siapapun. Kami merakit kendaraan politik dan memiliki konsituen politik,” ujar Ketua DPD Partai Garuda Sumatera Barat Devi Erawaty.

Sementara, Partai Berkarya, partai baru lainnya dengan nomor urut 7, sudah melakukan tahapan penjaringan caleg meski belum secara resmi.

“Proses pembukaan pendaftaran caleg secara resmi baru akan dilakukan seusai rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Berkarya pada 5 hingga 7 Maret mendatang,” kata Sekretaris DPW Partai Berkarya Sumatera Barat Syafruddin Tazar.

Ilustrasi Pemilu. (Foto: Sabryna Putri Muviola/kumparan)

Lain halnya dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang kini mendapat nomor urut 8, penjaringan caleg partai ini di Sumatera Barat sudah selesai sejak pertengahan 2017.

“Saat ini, bakal caleg itu sudah masuk ke masyarakat untuk tahap sosialisasi. Namun semua masih butuh evaluasi kedepannya,” ujar Ketua DPW PKS Sumatera Barat Irsyad Safar.

Sementara, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dengan nomor urut 9 juga sudah memulai penjaringan caleg.

“Caleg-caleg itu, pada bulan April atau Mei akan di uji publik. Kalau track rekornya buruk dikalangan masyarakat akan di evaluasi. Karena Perindo tidak ingin mengirim caleg yang tidak tidak berkompeten,” kata Ketua DPW Perindo Sumatera Barat HM Tauhid.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang kini mendapat nomor urut 10 fokus untuk merapatkan barisan.

“Kami membuka sebanyak-banyaknya pendaftaran caleg bagi semua kalangan untuk ikut bergerak bersama rakyat dalam panji PPP,” ujar Ketua DPW PPP Sumatera Barat Hariadi.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai baru lainnya dengan nomor urut 11, menyebutkan penjaringan caleg di Sumatera Barat sudah mencapai 30 persen.

“Verifikasi administrasi calon sudah dimulai. Tahap seleksi kompetensi akan dimulai pada 1 April 2018. Penjurian akan dimulai pada 15 April. Kemudian akan diumumkan pada 20 April. Saat ini untuk tingkat Sumbar sudah ada 25 orang berumur 25-35 tahun,” ujar Ketua DPW PSI Sumatera Barat Ari Prima.

Partai Amanat Nasional (PAN) yang dalam Pemilu kali ini mendapat nomor urut 12, sudah memulai proses penjaringan caleg di Sumatera Barat sejak jauh-jauh hari.

“Selain dari kader-kader terbaik, PAN juga mengundang seluruh kalangan profesional baik dari kalangan pemuda, hingga perempuan yang mau bekerja untuk kemajuan daerah dan bangsa,” kata Sekretaris DPW PAN Sumatera Barat Taslim.

Sementara, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang mendapat nomor urut 13 mengaku sudah memiliki daftar caleg lengkap.

“Kami kelebihan kader sehingga tidak khawatir kader-kader potensial dan yang berpeluang untuk di usung saat pemilu nanti,” kata Ketua DPD Partai Hanura Sumatera Barat Marzul Veri.

Partai nomor urut 14, Partai Demokrat, akan mengkombinasikan caleg untuk Pemilu 2019 nanti dari semua kalangan.

“Caleg Demokrat Sumbar juga diuji dan disurvei sebelumnya, untuk mengetahui masyarakat Sumbar ingin perwakilan di legislatif seperti apa,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar Mulyadi.

Source :

kumparan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


6 + seventeen =