Fungsi hutan mangrove sekilas memang hanya bermanfaat bagi kelestarian laut dan biota yang hidup di dalamnya. Namun, apabila ditelusuri lebih dalam lagi ternyata ada banyak fungsi hutan mangrove bagi kehidupan bersama.

Jenis hutan satu ini merupakan salah satu ekosistem dengan kelompok tumbuhan yang dapat bertahan hidup meski di tengah air yang mengandung tinggi garam. Hutan mangrove pada umumnya berada di pesisir pantai dan khas dengan tanaman hijaunya yang cantik dan memanjakan mata.

Tak hanya memperindah pesisir pantai, namun hutan mangrove rupanya juga menyediakan berbagai kebutuhan yang diperlukan makhluk hidup. Dari mulai manusia hingga biota laut ternyata membutuhkan hutan mangrove sebagai salah satu penopang kelangsungan hidupnya.

Beberapa fungsi hutan mangrove secara umum yaitu berupa penyediaan bahan pangan, papan, hingga kesehatan bagi makhluk hidup. Lalu, apa saja sebenarnya fungsi hutan mangrove tersebut?

Simak ulasan selengkapnya yang dirangkum dari berbagai sumber berikut ini.

Mencegah Erosi dan Abrasi

Fungsi hutan mangrove yang pertama adalah sebagai pencegah erosi pantai atau yang kerap kali disebut sebagai abrasi. Abrasi pantai merupakan sebuah proses pengikisan permukaan pantai yang digerus oleh air laut melalui hempasan ombak.

Proses tersebut banyak menimbulkan kerugian bagi makhluk hidup. Namun, dengan adanya pohon serta akar dari tanaman mangrove tersebut diklaim dapat berfungsi sebagai penahan tanah yang cukup ampuh. Maka dari itu, melakukan reboisasi hingga penanaman hutan mangrove sangat dianjurkan untuk dilakukan pada area pantai yang berpotensi terjadi abrasi.

Paus pilot mati terdampar di hutan mangrove NTT.

Mencegah Intrusi Air Laut

Fungsi hutan mangrove yang berikutnya adalah sebagai pencegah adanya intrusi air laut. Intrusi laut juga merupakan salah satu proses alam yang menimbulkan kerugian pada makhluk hidup dan lingkungan alamnya, sebab intrusi tersebut menyebabkan air laut merembes ke dalam tanah daratan.

Alhasil, rembesan air laut tersebut membuat air di daratan menjadi payau hingga tak baik untuk dikonsumsi manusia dan biota laut. Dengan adanya hutan mangrove, akar-akar pohonnya dinilai mampu mengendapkan lumpur sehingga mencegah terjadinya intrusi air laut.

Tempat Tinggal Biota Laut

Fungsi hutan mangrove yang ketiga adalah sebagai tempat hidup beragam makhluk hidup. Hutan mangrove yang rimbun dapat mengurangi paparan sinar matahari secara langsung yang masuk ke dalam air laut.

Sehingga, tempat tersebut kerap dipilih oleh beragam hewan darat dan udara seperti kura-kura, biawak, burung, ular, hingga monyet untuk tinggal di sana. Banyak pula biota laut yang juga memilih untuk menggantungkan hidupnya di hutan mangrove seperti ikan kecil, kepiting, udang, dan siput.

Kawasan hutan mangrove Lantebung Makassar.

Sumber Kehidupan

Selain sebagai tempat tinggal, fungsi hutan mangrove yang lain yakni sebagai sumber kehidupan. Sebab, akar-akar dari tanaman mangrove ternyata memiliki zat makanan yang dibutuhkan oleh banyak makhluk hidup.

Tak jarang pula berbagai hewan darat juga memilih untuk sekadar berlindung atau mencari makanan di hutan mangrove tersebut. Bagi manusia, akar-akar mangrove ini pun juga dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan alami dari berbagai penyakit yang menyerang seperti flu hingga radang hati.

Penyaring Alami

Fungsi hutan mangrove yang selanjutnya yakni sebagai penyaring alami. Sebab, akar mangrove yang cukup berlumpur tersebut dapat menyaring serta menguraikan limbah organik. Berbagai limbah organik dan non-organik pun seringkali terbawa oleh ombak dan dilepaskan ke pinggir pantai.

Sehingga, berbagai limbah non-organik seperti bahan kimia pun juga dapat diuraikan oleh hutan mangrove tersebut. Selain itu, hutan mangrove memiliki fungsi sebagai penghalang saat angin kencang berhembus di sekitar pantai pada saat musim penghujan.

Kisah haru perjuangan baba akong setia merawat hutan mangrove ini hingga akhir hayat.

Dasar Pembentukan Pulau

Salah satu fungsi hutan mangrove yang cukup bermanfaat bagi manusia dan hewan darat ialah sebagai dasar pembentukan tanah atau pulau. Seperti yang dikatakan sebelumnya, mangrove memiliki akar yang berguna sebagai penahan tanah.

Seiring berjalannya waktu, endapan dan tanah yang di ditahan oleh akar mangrove akan menambah serta mengembangkan garis pantai. Pada akhirnya, berbagai hewan darat dan laut pun juga akan hidup di garis pantai yang baru tersebut. Dalam kurun waktu yang panjang, garis pantai yang terus berkembang ini akan membentuk kumpulan hutan mangrove baru hingga memperluas daratan di sebuah pulau.

Stabilkan Daerah Pesisir

Fungsi hutan mangrove lainnya yakni sebagai tanaman yang mampu menstabilkan daerah pesisir. Seperti yang diketahui, abrasi intrusi laut setiap saat dapat mengancam pesisir laut hingga mengikis daratan yang akan semakin berkurang.

Hutan mangrove muara gembong.

Padahal, Indonesia merupakan negara kepulauan yang patut dijaga kelestarian alamnya tersebut agar anak dan cucu dapat terus merasakan surga di Ibu Pertiwi. Dengan adanya hutan mangrove tersebut, risiko pengikisan daratan dan pulau dapat diatasi dengan cukup baik.