Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin, belum melakukan pendataan terhadap potensi pohon tumbang akibat cuaca buruk terpaan angin kencang.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin, H Nordin dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, Minggu (13/9/2020).

Menurut mantan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapin itu, banyak pohon penghijauan jenis trambesi yang ditanam Pemerintah Kabupaten Tapin di sisi Jalan Protokol dari Desa Tungkap Kecamatan Binuang hingga Desa Parandakan, Kecamatan Lokpaikat.

Khusus peristiwa pohon tumbang di Desa Parandakan, Kecamatan Lokpaikat, Nordin mengaku bukan milik Pemerintah Kabupaten Tapin.

“Pohon itu tanaman masyarakat. Pohon milik pemerintah Kabupaten Tapin jenis trambesi,” katanya.

Pohon penghijauan yang ditanam Pemerintah Kabupaten Tapin maupun masyarakat, sebaiknya dirawat.

“Jika masyatakat melihat pohon penghijauan di sisi Jalan Protokol berpotensi tumbang sebaiknya segera menghubungi BPBD Kabupaten Tapin untuk mendapatkan penanganan,” katanya.

Nordin mengatakan cuaca cukup berpengaruh terutama musim kemarau basah, kemungkinan rawan pohon tumbang bisa saja terjadi, apalagi disertai angin kencang.

“Pengendara berhati-hati melintas di wilayah Kabupaten Tapin saat cuaca hujan, sebaiknya berhenti kalau cuaca disertai dengan hujan deras dan angin kencang mengantisipasi bahaya Pohon tumbang menimpa badan jalan nasional.

“Jadi sebaiknya jangan berkendara dulu, lebih baik cari tempat berteduh di tempat yang aman,” ujarnya.

Diakui Nurdin pohon rawan tumbang itu berada di wilayah Binuang sampai dengan desa parandakan Kecamatan lokpaikat karena usia pohon penghijauan jenis trambesi yang ditanam pemerintah rata-rata berusia 5 tahun ke atas ada yang sampai 7 tahun.

Nurdin mengharapkan masyarakat yang di depan atau di halaman rumahnya terdapat pohon trembesi agar dirawat.

“Kalau memang dirasa pohon Trembesi di halaman ataupun di depan rumah warga dirasa mengganggu agar berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk penanganan pohon tersebut,” harapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapin, H Said Abdul Nasir mengatakan pemeliharaan pohon penghijauan di wilayah Kabupaten Tapin kewenangan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin.

“BPBD Kabupaten Tapin melakukan penanganan saat peristiwa pohon tumbang dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Sebaiknya memang harus didata potensi pohon yang rawan tumbang atau condong sebagai upaya antisipasi, dari kerugian atau korban,” katanya.