Pemerintah menegaskan tidak ada pertukaran kepentingan antara pemulihan ekonomi dengan pelestarian lingkungan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan, upaya pemerintah memulihkan ekonomi dan terus menjaga kelestarian lingkungan tetap menjadi perhatian utama di tengah pandemi Covid-19.

“Dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan, Bappenas terus menekankan tidak ada trade off, sekali lagi, tidak ada trade off antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan,” kata dia di Sorong, Papua Barat, Jumat 13 November 2020.

Dia menilai, kedua hal tersebut bagai sepasang sayap angsa yang harus saling menyokong agar sang angsa bisa terbang.

Dia menuturkan, di tengah pandemi Covid-19, pemerintah tidak bisa menomorsatukan pengelolaan pandemi tanpa memberikan perhatian yang sama terhadap pemulihan ekonomi.

Sebaliknya, tidak pula pemerintah hanya berfokus kepada pemulihan ekonomi dan menomorsatukan kesehatan karena keduanya harus berjalan beriringan.

“Itu yang saya maksud sepasang sayap angsa. Jadi tidak ada trade off antara pemulihan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Dalam konteks ini tidak bisa dipertukarkan. Tidak ada nilai tukar,” katanya seperti dilaporkan Antara.

Oleh karena itu, program Coral Reef Rehabilitation and Management Program-Coral Triangle Initiative (COREMAP-CTI) yang digagas Kementerian PPN/Bappenas bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan diharapkan akan dapat melindungi dan mengelola pemanfaatan terumbu karang serta ekosistemnya, termasuk kawasan konservasi perairan, dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mendukung penuh upaya konservasi terumbu karang karena dampaknya yang besar bagi ekonomi dan lingkungan.

“Menanam satu terumbu karang sama saja dengan oksigen dari 20 pohon di darat, sangat penting. Cara mengontrol pelestarian terumbu karang, dalam jangka pendek, memperkuat pengawasan rusaknya terumbu karang karena ditabrak kapal. Target jangka panjang dengan lestarinya terumbu karang adalah tempat pemijahan ikan. Untuk produksi ikan, ada juga penambahan cold storage,” katanya.

Pernyataan Suharso Monoarfa muncul di tengah laporan dugaan pembakaran hutan di papua yang dilakukan perusahaan asal Korea Selatan.

Investigasi visual dari kantor berita Inggris BBC menunjukkan perusahaan Korea Selatan diduga sengaja membakar hutan guna perluasan lahan perkebunan kelapa sawit.

laporan itu menyebut bahwa bukan hanya tahun ini aksi pembakaran dilakukan. Pada 2016, berdasarkan investigasi serupa, pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit dengan membakar hutan juga pernah dilakukan perushaan yang sama.