Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat membangun embung di Kelurahan Tegal Alur dan Semanan, Selasa, 6 Oktober 2020.

Pembangunan embung tambahan di lokasi ini dilakukan dalam rangka untuk mengatasi banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut.

Dikutip dari Beritajakarta.id yang dilansir menurut Kasudin SDA Jakarta Barat, Purwanti Suryandari mengatakan, kedua embung tersebut dibangun di milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.

Untuk di Tegal Alur, embung dibangun di atas lahan seluas 4.000 meter persegi dan rencananya embung dibangun di belakang Rusun Lokbin Tegal Alur seluas 2.500 meter persegi.

Embung dengan dkedalaman tiga meter itu dibangun agar bisa menampung air hujan serta luapan kali Semongol atau pasang surut air laut.

Sedangkan di Semanan, embung dibangun di atas lahan seluas 5000 meter persegi. Embung ini dibangun seluas 3000 meter persegi di Kampung Bulak RT 010/01 Semanan, tepatnya di belakang Rusun Pesakih, agar air bisa dialirkan ke Kali Mookevart.

Menurut Purwanti, pembangunan kedua embung tersebut dilakukan sebagai upaya preventif Pemkot Jakbar untuk mengatasi genangan dan banjir di kawasan-kawan tersebut.

“Pembangunan kedua embung ini untuk mengatasi genangan dan banjir di kawasan tersebut,”tuturnya.

Purwanti lebih lanjut juga menjelaskan, untuk membangun embung itu pihaknya mengerahkan satu alat berat jenis eksavator di Semanan dan satu alat berat di Tegal Alur.

‚ÄúPembangunan kedua embung ini ditargetkan akan rampung pada akhir Desember,” tutur Purwanti.

Sebelumnya, demi menangani banjir di Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, pembangunan kolam kolakan dilakukan Pemkot Jakarta Barat, Minggu, 4 Oktober 2020.

Dipilihnya Tegal Alur untuk pembangunan embung karena wilayah ini terendam banjir setinggi dua meter pada awal tahun 2020. Tak ada tempat penampungan air membuat banjir di wilayah tersebut.

Purwanti juga berharap embung itu dapat menjadi solusi dalam mencegah banjir saat Kali Semongol meluap.

SDA Jakarta Barat akan fokus terlebih dahulu pada pembangunan embung. Harapannya embung rampung sebelum Desember 2020. Pembangunan embung dikerjakan oleh petugas Sudin SDA Jakarta Barat dan memakai alat berat dari Sudin.

“Pembangunan ini tidak pakai tender. Jadi lihat kondisi juga kalau sekiranya petugas tidak sibuk dalam pengerjaan lain maka akan difokuskan ke pembangunan embung,” ujar Purwanti.

Menurut Purwanti, pompa stasioner atau pompa mobile kerap kewalahan menyedot air saat curah hujan tinggi di kawasan itu. Terlebih di Semanan berbentuk cekungan sehingga rawan banjir. Sementara Tegal Alur memiliki Kali Semongol yang belum dipasang sheet pile.

“Jadi solusi tercepat kami bangun embung dulu sebelum musim penghujan nanti,” ucap Purwanti.