Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mensosialisasikan teknologi untuk peternak lebah. Hal tersebut merupakan bentuk dukungan Pemprov Jawa Barat kepada peternak lebah.

Menyadari bahwasanya jika memperhatikan konsumsi madu dan capaian produksi madu domestik, budidaya lebah madu memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan.

Beberapa hal yang membuat usaha lebah memiliki potensi tinggi adalah, yang pertama, Indonesia memiliki spesies lebah lokal yang adaptif dengan iklim tropis dan produksi madu cukup tinggi.

Kedua, Indonesia merupakan negara agraris dengan luas daratan yang terdiri dari hutan, perkebunan, tanaman pangan, hortikultura, semak belukar dan rumput yang menghasilkan nektar.

Ketiga, produksi madu domestik sangat rendah sehingga budidaya lebah madu sangat prospektif dikembangkan.

Keempat, budidaya lebah madu membutuhkan biaya produksi yang rendah.

Yang terakhir lebah menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia seperti sengatan untuk terapi, madu, serta propolis yang memiliki nilai jual selangit.

Dilansir PORTAL PROBOLINGGO dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Ciamis pada 14 Oktober 2020, Pemprov Jawa Barat mensosialisasikan teknologi SAMS kepada peternak lebah.

Smart Apiculture Management Services (SAMS) merupakan proyek riset internasional berupa alat pemantauan kegiatan dan kondisi sarang lebah yang berada dibawah program Horizon 2020 ICT-39 Uni Eropa.

SAMS tersebut diharapkan dapat menjembatani aspek teknologi, teknis budaya, manajemen budidaya hingga pengembangan bisnis menjadi produk turunan.

Acara sosialisasi tersebut diakhiri dengan demo penggunaan prototype SAMS di Kampung Madu Banjaranyar dan kunjungan ke Curug Gumawang.

Sementara itu, yang dikirim oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemprov Jawa Barat untuk sosialisasi adalah Patriot Desa dan perwakilan Labtek Indie Unpad.