Hutan Kota Pelaihari adalah kawasan hutan terbatas milik Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel). Sejak beberapa tahun lalu, Hutan Kota Pelaihari dikelola oleh Dinas Pariwisata (Dispar) dari sebelumnya oleh Dinas Kehutanan. Karena itu pula, keberadaannya kemudian dipoles sedemikian rupa dan dijadikan sebagai objek wisata alam (hutan).

Objek wisata alam itu sangat mudah dijangkau karena berada di tengah kota. Letaknya di belakang perkantoran Pemerintah Kabupaten Tala di kawasan Gagas di Jalan A Syairani. Kantor Bupati dan gedung DPRD juga berada di kawasan ini.

Dari traffic light di samping kantor Dinas PUPRP Tala setelah menuruni jembatan belok kiri menapaki Jalan Hutan Kota. Dari muara jalan ini, hanya berjarak sekitar 100 meter telah tiba di pintu gerbang Hutan Kota yang saat ini dalam proses finishing pembangunannya.

Jalan Hutan Kota tersebut mulus beraspal dan tembus ke Jalan Basuki Rahmat yang terhubung ke dua ruas jalan protokol yakni Jalan A Syairani (arah luar kota) dan Jalan Hadji Boejasin (dalam kota). Beberapa rumah dinas petinggi di Tala juga berada di Jalan Hutan Kota tersebut. Termasuk Balai Diklat dan perumahan pejabat Pemkab Tala.

Karena itu jalur jalan ini cukup vital, lapang, dan cenderung lengang sehingga bebas macet. Hutan Kota Pelaihari persis berada di belakang deretan perkantoran mulai dari gedung DPRD, PDAM, Inspektorat, BPN, BKD, Perpustakaan, dan kantor KPH sejauh sekitar satu kilometer. Total luasan Hutan Kota Pelaihari yakni 7,4 hektare.

Saat ini telah ada sejumlah fasilitas wisata yang baru selesai dibangun Dispar Tala. Antara lain beberpa unit rumah pohon berdesain minimalis yang berbeda. Lalu, ada fasilitas paintball yang dalam waktu dekat segera dioperasionalkan bersamaan dengan pembukaan objek wisata setempat.

Ada pula area parkir berlapis paving stone serta toilet yang mewah. Keberadaan Hutan Kota Pelaihari tak sekadar menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan. Lebih dari itu juga jadi lumbung oksigen bagi warga kota sehingga dengan sendirinya menjadi penyangga ekosistem di Kota Pelaihari.