Wali Kota Tangerang, Provinsi Banten, Arief R. Wirmansyah memanen sayuran bersama warga di Ecofarm Mekarsari. Kawasan perkebunan sayur itu menjadi bagian dari program ketahanan pangan saat pandemi Covid-19. Diketahui, program ini menggalakkan pemanfaatan lahan-lahan kosong untuk ditanami berbagai jenis sayuran.

“Pemkot siapkan lahannya dan juga bibitnya sampai proses tanam. Kemudian untuk perawatannya dikerjain bersama KWT. Sekarang hasilnya bisa dipanen dan dimanfaatkan oleh warga sekitar Ecofarm,” terang Wali Kota Arief di Ecofarm Kelurahan Mekarsari, Neglasari, Jumat, bersama ketua TP PKK Kota Tangerang Aini Suci.

Ecofarm itu sendiri terwujud atas kerja sama Disbudparman dan KWT Jagal (Jaga Aman Lingkungan) Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, seperti dilansir Antara (25/9).

Menurut keterangan Arief, Ecofarm Mekarsari dibuat dengan memanfaatkan lahan tidur seluas 700 meter persegi. Lahan ini terdiri dari sembilan titik area tanam serta ada berbagai tanaman holtikultura.

“Misalnya cabai, bayam, kangkung dan sawi yang masa tanamnya kurang dari satu bulan,” ungkapnya.

Selanjutnya, Pemkot Tangerang juga akan menata lahan tidur lain di wilayah Kampung Baru, Karawaci untuk diubah menjadi Ecofarm Kampung Baru.

“Tujuannya untuk memberikan edukasi untuk warga tentang pemanfaatan lahan,” lanjut Arief.

Tidak hanya saat pandemi program ketahanan pangan menjadi perhatian Pemerintah Kota Tangerang. Bahkan, jauh sebelum pandemi Pemkot Tangerang sudah mendorong masyarakat memaksimalkan produktivitas lahan untuk pengembangan ketersediaan pangan.

Dikutip dari tangerangkota.go.id (24/10/2019), Pemkot Tangerang menginisiasi pembentukan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Program ini merupakan aktualisasi pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal, yakni dengan maksimalisasi produktivitas lahan yang ada di lingkungan untuk pengembangan ketersediaan pangan yang beranekaragam tiap rumah tangga dalam suatu wilayah.

Seperti yang dilakukan Kelompok Wanita Tani (KWT) Anthurium Kelurahan Nambo Jaya, Karawaci. Dengan anggota sebanyak 50 orang yang berhasil memanfaatkan lahan tidur yang ada di lingkungannya menjadi KRPL dengan produk sayur – sayuran serta budidaya ikan lele.