Anugerah dari kinerja dengan sistem pengelolaan perusahaan berwawasan lingkungan, membuahkan ganjaran bagi Terminal Teluk Lamong (TTL). Tak ayal, anak usaha PT Pelindo III (Persero) ini pun disemati terbaik oleh Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Tanjung Perak Surabaya, tepat di Hari Perhubungan Nasional tahun 2020.

Terminal yang sudah lama digadang dan merupakan embrio prototipe terminal ‘hijau’ di Indonesia ini dengan bangga menyabet penghargaan dari OP Tanjung Perak untuk kategori kinerja terbaik kedua dalam bidang pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis (17/9/2020).

“Ini sudah menjadi komitmen kami yang terus dan berkelanjutan menjaga lingkungan dengan operasional terminal yang prima,” cetus Faruq Hidayat, Direktur Utama TTL, Jumat (18/9/2020).

Di Jumat penuh berkah ini, Faruq meyakinkan, TTL tetap berupaya menjadi yang terbaik dan ramah terhadap lingkungan dalam setiap kegiatan operasional di pelabuhan atau terminal. Sistem otomasi dan penggunaan energi listrik adalah bentuk komitmen Terminal Teluk Lamong dalam menjaga kualitas lingkungan di dalam terminal.

“Kami selalu menjaga complience terhadap regulasi-regulasi yang dikeluarkan Pemerintah terkait lingkungan,” tutur Faruq.

Diungkapkan, atas komitmen tersebut, Terminal Teluk Lamong memperoleh penilaian tertinggi dari Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi. Nilai tertinggi dalam assesment green port yang disematkan tahun 2019 itu menjadi bukti bahwa TTL menjadi pelabuhan terbaik se-Indonesia dalam pengelolaan lingkungan hidup di wilayah kerjanya.

“Begitu pun dengan fasilitas dan peralatan yang ada di Terminal Teluk Lamong juga berbasis teknologi tinggi dan ramah terhadap lingkungan,” aku mantan Sekretaris Perusahaan PT Pelindo III (Persero) ini.

Sekadar tahu, Terminal Teluk Lamong dikenal sebagai green and smart terminal dengan sistem operasional di lapangan hampir seluruhnya otomatis. Digitalisasi berbasis teknologi dan informasi (IT) yang diterapkan TTL itu diklaim dapat meningkatkan safety.

Seluruh crane, mulai dermaga hingga ke lapangan penumpukan, semuanya menggunakan bahan bakar listrik yang mampu menjaga kualitas udara di terminal tetap nyaman. Khusus di lapangan penumpukan, truk dan manusia tidak diperbolehkan masuk ke dalam lapangan penumpukan (container yard – CY).

Sistem kinerja Automated Stacking Crane (ASC), crane yang beroperasi di dalam lapangan penumpukan tidak dioperasikan secara langsung oleh manusia/crane operator alias otomatis. Kecanggihan peralatan maupun sistem operasional TTL dapat meningkatkan efisiensi dan safety.

“Peningkatan safety berbanding lurus dengan tingginya kepedulian terhadap lingkungan. Ini sesuai konsep Terminal Teluk Lamong yang green dan smart. Yang pasti, kami berkomitmen terus berkontribusi dalam kelestarian alam sekitar,” pungkas Faruq.

Seperti diberitakan, bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tahun 2020, Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Surabaya selaku inisiator program penghargaan telah menyematkan anugerah kepada institusi kemaritiman, TNI dan Polri yang memiliki kinerja dan etos kerja terbaik, Kamis (17/9/2020). Apresiasi yang diberikan langsung Ir. Arif Toha selaku Kepala OP Tanjung Perak kepada 12 perusahaan di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak itu terbagi dalam 5 kategori kinerja terbaik.