Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Seruyan, Priyo Widagdo mengutarakan pandangannya yang berbeda ketika melihat bencana banjir di wilayah hulu daerah itu dalam diskusi satu sampah seribu bencana yang digelar di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Kepedulian kita terhadap kelestarian lingkungan masih sangat rendah. Maksud saya, masih banyak di antara kita baik masyarakat maupun pemerintah membuang sampah sembarangan. Selain itu, kelestarian lingkungan juga rusak akibat aktivitas eksploitasi alam,” ujarnya, Selasa 15 September 2020.

Priyo menambahkan, produksi sampah di Indonesia per bulan Juli 2019 mencapai angka 64 juta ton pertahun dengan 3,4 juta ton sampah plastik. Data ini tidak termasuk sampah yang dibuang di sungai kemudian tenggelam di dasar sungai dan mencemari ekosistem sungai.

“Sosialisasi dan edukasi terkait membuang sampah pada tempatnya tidak kurang-kurang dilakukan. Bahkan, Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2019 mengharuskan setiap ruang, toko, dan kantor harus menyediakan tong sampah. Apabila tidak dilakukan, maka akan ada sanksi berupa tidak diizinkan beroperasi,” tukasnya.

Ia juga menilai ketidakdisiplinan di Kabupaten Seruyan masih sangat tinggi. Sehingga harus ada ketegasan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan terkait hal ini sebagai tindak antisipatif ke depannya.