Adanya pandemi Covid-19, tak menyurutkan langkah peserta East Java Green Scout Innovation (EJGSCI) 2020 Zona VII Kabupaten Probolinggo, untuk terus bermanfaat bagi lingkungannya.

Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, mereka berusaha bermanfaat terhadap lingkungan digelarnya kegiatan di Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton.

PROTOKOL KESEHATAN: Penegak Putri Sulisa Megawati dari Pangkalan SMAN 1 Besuk dan Penegak Putra Muhammad Khoiri dari Pangkalan SMKN 1 Besuk (bermasker hijau), menerima face shield dari panitia untuk digunakan selama kegiatan – Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo

Ada sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan selama EJGSCI Zona VII. Di antaranya, ada pemugaran rumah tidak layak huni; pengecetan fasiltas umum; penyerahan tempat sampah; pembuatan gapura; pemberian tanaman; pembuatan gerobak sampah; dan pembagian sembako.

Kegiatan ini digelar oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur. Serta, didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Komisi E DPRD Jawa Timur. Tujuannya, untuk menciptakan gerakan kerelawanan dan kepedulian yang kuat, terpercaya, dan massif, sebagai bukti positif keberadaan Gerakan Pramuka bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Acara yang diikuti ratusan peserta ini akan digelar selama tiga hari mulai Selasa-Kamis (6-8/10). Di hari pertama kemarin, kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang dilakukan oleh Waka Kwarcab Probolinggo Bidang Binamuda Ir. Hj. Dewi Korina, M.MA. “Kami menyambut baik kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Probolinggo. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi peserta,” harapnya.

JAGA LINGKUNGAN: Peserta East Java Green Scout Innovation (EJGSCI) Zona VII Kabupaten Probolinggo, bergotong-royong membersihkan lingkungan kegiatan.

Ratusan peserta itu terdiri dari anggota penegak atau pandega berasal dari 5 Kwarran. Di antaranya, Kwarran Paiton, Kwarran Besuk, Kwarran Kotaanyar, Kwarran Pakuniran, dan Kwarran Kraksaan. Selama kegiatan, mereka harus mematuhi protokol kesehatan. Seperti, selalu mengenakan masker, face shield, dan hand sanitizer yang telah disiapkan panitia. Serta, selalu menerapkan social distancing.

Selepas upacara pembukaan, peserta dibagi menjadi beberapa tim untuk bersih-bersih lingkungan tempat kegiatan. Ini dilakukan agar kader Pramuka memiliki sikap dan karakter kepedulian terhadap lingkungan hidup dan lingkungan sosial. Serta, ikut berperan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Lingkungan sekitar harus diperhatikan, karena merupakan tempat berinteraksi. Kegiatan yang sudah ditanamkan nantinya bisa dipraktikkan di tempat tinggal masing-masing,” ujar Dewi.

Sejumlah peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Salah sautnya Firda Nur Laili Saadah, asal Kecamatan Besuk. Menurutnya, kegiatan ini memiliki banyak manfaat. Terutama, untuk menanamkan rasa peduli terhadap lingkungan dan sosial. “Kegiatan ini diikuti beberapa Kwarran, sehingga dapat menambah teman. Juga dapat meningkatkan kesadaran dan pentingnya menjaga lingkungan,” jelasnya.

Warga Desa Jabung Candi Ahmad, turut mengapresiasi adanya kegiatan ini. Katanya, dengan diselenggarakannya kegiatan ini dapat membuat lingkungan semakin bersih dan tertata. “Lingkungan lebih sedap dipandang karena sampah sudah dibersihkan,” jelasnya.