Satu persatu lembaga kementerian membawa program padat karya tunai ke Kabupaten Buleleng.

Kini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI akan meluncurkan program padat karya. Khususnya di wilayah Kecamatan Gerokgak.

Program padat karya itu rencananya akan diluncurkan di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak. Melalui program padat karya diharapkan terjadi pemulihan ekonomi secara nasional.

Program itu juga rencananya dibiayai melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diluncurkan oleh pemerintah pusat.

Kepastian program pemulihan ekonomi itu diungkapkan Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Unda Anyar.

Balai ini merupakan perpanjangan tangan Kementerian LHK yang bergerak di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan hutan lindung. Khususnya di Provinsi Bali.

Kepala BPDASHL Unda Anyar Titik Wurdiningsih mengatakan, program padat karya itu nantinya akan dipusatkan di Desa Pejarakan. Nantinya warga akan dilibatkan dalam proses penanaman mangrove di pesisir pantai.

Warga akan dilibatkan dalam proses pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan. Selama proses itu, warga akan diberikan upah yang layak.

Total lahan yang akan ditanami mangrove mencapai 10 hektare. Dari luasan lokasi penanaman itu, sebagian kecil diantaranya masuk dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

“Ini merupakan salah satu program pemulihan ekonomi nasional. Kami bergerak dari sisi lingkungan dan hutan lindung.

Di Desa Pejarakan selama ini kan sudah ada areal untuk penanaman mangrove. Lewat program pemulihan ekonomi ini, kami harap ada multiplier effect yang dirasakan.

Pertama ekosistem mangrove tetap terawatt, masyarakat di pesisir juga bisa mendapat pemasukan,” kata Titik usai melakukan audensi dengan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.

Sementara itu, Bupati Agus Suradnyana meminta agar Bali juga menyuplai bibit tanaman produktif. Bibit itu diharapkan bisa memulihkan kondisi vegetasi lahan.

Utamanya di wilayah hulu. Bibit itu bisa berupa tanaman mangga, durian, alpukat, maupun nangka.

“Kalau bisa diberikan juga bibit unggul untuk tanaman yang produktif. Sehingga saat sudah masuk usia produksi hasilnya bisa maksimal,” kata Bupati Agus.