Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Ahmad menghadiri kegiatan sosialisasi dan konsultasi padiatapa program penurunan emisi PCPF Carbon Fund di wilayah Kaltim yang berlangsung di Ballroom Hotel Blue Sky Balikpapan, Selasa (17/11/2020) kemarin.

Dalam pelaksanan kegiatan tersebut terlihat perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wawan Susi Darmawan sebagai narasumber.

Direktorat Mitigasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dinik Indrihastuti, serta jajaran petinggi lainnya.

Sementara itu, Plh Sekda Ahmad sangat mendukung terkait dengan program pengembangan yang berdampak pada lingkungan dan keberlangsungan alam di wilayah PPU termasuk juga Kaltim.

Menurutnya, program tersebut haruslah disosialisasikan dan harus melibatkan pemerintah daerah khususnya dinas terkait untuk terjun langsung ke lapangan.

“Agar program sosialisasi dan komunikasi persuasif di tingkat bawah dapat berjalan dan memberikan dampak secara positif terhadap keberlangsungan lingkungan sekitar,” kata Ahmad.

Lebih lanjut, Ahmad mengatakan dengan adanya program ini tentu menjadi bagian dari aksi nyata dalam pengelolaan lingkungan khususnya pada keberlangsungan keberadaan hutan, tanaman hutan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Baik itu ditingkat desa seperti di beberapa desa dan kelurahan di wilayah Sepaku yang menjadi bagian dalam program penurunan emisi carbon fund bersama daerah lain di wilayah kaltim,” kata Ahmad.

Kemudian, keberlangsungan dan pengelolaan yakni hutan, tanaman hutan dan tanaman pendukung lainnya merupakan kunci pendukung kepada keberlangsungan hidup serta suksesnya kaltim dalam penurunan emisi carbon fund dari tahun dicanangkannya program saat ini di 2015 hingga 2024 nanti.

Di tempat yang sama, Direktorat Mitigasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dinik Indrihastuti mengatakan, program penurunan emisi carbon fund di wilayah Kaltim merupakan langkah awal dimulainya program ini hingga 2024 ke depan.

Hasil dari program ini nantinya akan jadi tolok ukur dalam peran pengendalian lingkungan, terutama hutan dan tanaman pendukung keberlangsungan hidup yang berdampak pada udara, air dan sekitarnya.

Dinik mengatakan program ini telah berlangsung sejak tahun 2015 lalu dan kini sudah memasuki tahap II dan target dari program ini dapat mencapai yang diharapkan mengingat Kaltim dan wilayah Kalimantan salah satu pendukung keberlangsungan kehidupan dalam paru-paru dunia dengan keberlangsungan alam sekitarnya.

“Program ini diharapkan menjadi pendukung dan sinergi baik pada lingkup lingkungan hidup dan kehutanan serta peran masyarakat adat di tingkat desa dalam menjaga keberlangsungan hutan, baik hutan lindung, hutan adat maupun keberlangsungan alam sekitarnya,” kata Dinik.