Agrowisata Gunungsari menawarkan pemandangan dari lereng Gunung Merbabu. Pemandangan matahari terbenam hingga lima gunung tersaji di objek wisata ini.

Agrowisata Gunungsari terletak di Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Terletak di lereng utara Gunung Merbabu setinggi 1.600 mdpl, objek wisata ini berjarak dua jam perjalanan dari Kota Semarang dan satu jam perjalanan dari Kota Salatiga.

“Selain pemandangan hutan pinus dan matahari terbenam, juga bisa memandangi lima gunung yakni Sumbing, Sindoro, Andong, Telomoyo, dan Gajahmungkur,” kata pemilik Agrowisata Gunungsari, Slamet Buang, (56) ditemui di lokasi, Selasa (29/9/2020) sore.

Agrowisata Gunungsari, Kabupaten Semarang – Foto: Akbar Hari Mukti/detik

Slamet mengatakan objek wisata tersebut mulai dibuka 2019. Awlanya, Slamet sama sekali tak berniat untuk ingin membuat tempat wisata. Dia berencana menjadikan lahan itu sebagai perkebunan jambu.

“Di kawasan ini dulunya ada 550 pohon jambu. Ternyata, banyak masyarakat luar daerah yang sering ke perkebunan tersebut dan berswafoto,” dia menjelaskan.

Agrowisata Gunungsari, Kabupaten Semarang – Foto: Akbar Hari Mukti/detik

Sadar adanya potensi wisata, ia pun mengubah perkebunannya jadi objek wisata. Ia menambah dua buah menara bambu setinggi 15 meter di objek wisata seluas 2,5 hektar itu dan memangkas sebagian pohon jambu.

“Menara bambu agar pengunjung bisa leluasa berswafoto dan melihat pemandangan gunung serta matahari terbenam,” dia menambahkan.

Selain melihat pemandangan, pengunjung juga bisa memetik buah jambu di kebun yang ada secara gratis. Saat ini terdapat 400 pohon jambu di Agrowisata Gunungsari.

“Terkadang pengunjung membawa pulang buah jambu tersebut. Tidak apa-apa, yang penting kerasan di sini,” kata Slamet.

Tiket masuk objek wisata ini yakni Rp 20 ribu per orang. Slamet mengatakan pada saat pandemi COVID-19 ini omzet tempat wisatanya menurun drastis.

“Terkadang Rp 1 juta per bulan. Tapi karena masih baru maka saya maklumi saja, sembari melengkapi spot-spot swafoto agar semakin menarik,” kata dia.