Masyarakat Pulau Butung-butungan, Desa Kanyurang, Kecamatan Liukang Kalukuang Masalima (Kalmas), Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) saat ini masih banyak yang lebih memilih bertani rumput laut di tengah pendemi Covid-19, Sabtu (17/10/2020).

Mayoritas masyarakat petani rumput laut di Pulau Butung-butungan ini lebih mengandalkan rumput laut jenis Eucheuma spinosum atau yang dikenal dengan istilah SP, selain harga bibit terjangkau, jenis ini juga mudah beradaptasi dengan cepat pada lingkungan yang ada di sana.

Ahmad (29) yang akrab disapa Mamat, salah satu keluarga petani rumput laut di Pulau Butung-butungan menjelaskan, dirinya lebih senang menanam rumput laut jenis SP karena lebih cocok dengan kondisi di pulaunya.

 “Saya petani rumput laut, kedua orangtua saya juga bertani rumput laut, saya tanam jenis SP (rumput laut berwarnah merah), kami pilih jenis ini karena bibitnya mudah didapat dan harga bibitnya juga terjangkau,”

 “Jenis ini cepat beradaptasi dengan lingkungan, di pulau saya kan airnya dangkal jadi cocok rumput laut jenis ini, kalau jenis lain seperti Katoni (Eucheuma Cottoni)  kami juga perna coba tapi susah tumbuh karena lokasi di sana dangkal,” jelas Mamat ke media ini.

Lanjut dijelaskan, sekali panen ia bisa mencapai 200Kg selama 28 sampai 40 hari masa tanam rumput laut tersebut.

“Kalau panen kadang 28 hari paling lambat 40 hari, itu jenis SP, hasilnya satu kali panen bisa sampai 200Kg, kalau harga masih normal seperti biasa, kadang Rp8000 per Kg sampai Rp9000, kami berharap ada bantuan pemirintah untuk kami petani rumput laut, kemarin ada tapi selama Corona ada, bantuan itu hilang,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, rumput laut jenis spinosum ini merupakan salah satu spesies dari Rhodophyta (rumput laut merah).